Kamis, 21 Januari 2021

#7 UAS MANAJEMEN PEMASARAN

Oleh :

Widya Nova Lestari 

180321100009 

Manajemen Pemasaran A


Seorang pengusaha beras merah organik dalam menjadikan perusahaan menjadi perusahaan terbaik di Indonesia dan memiliki konsumen yang tinggi dengan target omzet Rp. 1.000.000.000 di Bulan Januari, perlu melakukan beberapa  strategi pemasaran yakni seperti berikut :

1. Perlu melakukan pendekatan strategi pemasaran beras merah organik melalui 3 tahapan STP (Segmenting, Targeting, Positioning).

·                Segmentasi       :

Segmentasi pasar pada produk beras merah organik yaitu berdasarkan personal karakterisitk produk dan konsumen, maka beras merah organik ini akan dipasarkan ke konsumen yang memiliki kesadaran terhadap kesehatan, biasanya orang-orang tersebut secara ekonomi memiliki daya beli yang lebih (menengah-atas). Jika dilihat dari segi umur, segmen untuk beras merah akan dipasarkan pada semua umur, atau dengan kata lain kepada segmen keluarga menengah ke atas yang memiliki daya beli tinggi dan sadar akan kesehatan. Dalam segi demografi, pemasaran beras merah organik ini akan dipasarkan di seluruh nusantara. 

·                Targeting           :

Setelah menentukan segmentasi, dan terdapat penjual beras merah yang masih relatif sedikit dan pasif (umumnya konsumen mencari) bukan produsen mencari, sehingga hal yang harus diperhatikan adalah stabilitas kualitas produk dan stabilitas kontiunitas produk dalam memenuhi kebutuhan pasar.

·                Positioning         :

Kebutuhan pasar terhadap beras merah cukup tinggi, sehingga pasar masih terbuka lebar dan persaingan masih relatif sedikit. Meskipun demikian competitive advatage tetap diperlukan. Produk beras yang dipasarkan merupakan beras merah. Selain itu juga sebagai perusahaan atau produsen berusaha lebih dekat dengan konsumen dengan melakukan interaksi pasar misal sosialisasi produk dan sosialisasi beras merah bagi kesehatan dan lain sebagainya.

2. Setelah melakukan tiga aspek pemasaran tersebut, selanjutnya adalah melakukan bauran pemasaran yang bertujuan agar usaha beras merah organik inu dapat mencapai target omzet. Strategi ini menggunakan 4P (Produk, Price, Promotion, Place) 

- Produk

Produk yang ditawarkan adalah beras merah organik, yang sehat dan original

- Price

Harga yang tinggi bukan menjadi jaminan konsumen dalam membeli beras merah organik, justru konsumen akan lebih percaya apabila beras merah organik memiliki harga jual tinggi. Sehingga produsen perlu memperhatikan harga beras merah organik guna dapat menyesuaikan harga dengan pesaing dan mendapatkan kepercayaan dari konsumen. 

- place

Tempat penjualan beras merah organik akan dilakukan di daerah jawa dan luar jawa. Hal ini dilakukan guna dapat menjangkau seluruh konsumen dan tidak menyusahkan konsumen apabila berdomisili luar jawa maupun dalam jawa. 

- Promosi

Karena saat ini internet sudah menjadi kebutuhan maka promosi yang akan dilakukan guna konsumen tahu/tertarik pada produk beras merah organik ini yaitu dengan memanfaatkan media elektronik seperti TV, Radio dan media sosial lainnya. Selain itu, akan menampilkan iklan produk di laman Youtube. 

3. Poster Iklan Produk Beras Merah Organik 

          Tidak hanya memasarkan dalam skala nasional saja. Beras Merah Organik dapat di ekspor sebagai untuk memperluas pangsa pasarnya. Pada analisa daya saing secara internasional, usaha produk beras merah organik masih relatif sedikit dan pasif, serta kualitas beras merah organik Indonesia lebih bagus, sedangkan kebutuhan pasar akan kebutuhan beras organik cukup tinggi dan kesadaran konsumen terhadap kesehatan semakin meningkat, maka beras merah organik ini cocok untuk dipasarkan secara internasional. 

Kamis, 14 Januari 2021

#6 Evaluasi Potensi dan Peluang Ekspor

Menurut David (2011), ketika perusahaan dapat melakukan sesuatu atau memiliki sesuatu yang diinginkan oleh kompetitor, maka perusahaan tersebut merepresentasikan keunggulan kompetitif. Menurut teori keunggulan kompetitif tersebut diketahui bahwa suatu perusahaan untuk menjadi lebih unggul dari perusahaan lainnya harus memiliki strategi-strategi tertentu dan memperhatikan kinerja perusahaan tersebut agar menjadi lebih meningkat setiap hari, setiap bulan, dan setiap tahunnya, apabila hal tersebut tercapai maka perusahaan tersebut memiliki keunggulan kompetitif. Karena penjelasan tersebut, maka teori ini penting untuk dipelajari dan diterapkan oleh semua perusahaan untuk meningkatkan daya saing.

Keunggulan Kompetitif dari Produkmeliputi:

·         a. Biaya Produksi

·        b.  Kemasan

·        c.  Kualitas

·         d. Harga

Ciri-ciri Pasar Potensial dengan Pendekatan :

·         a. Menurut Pendekatan Permintaan:

      Berawal dari kemampuan yang dimiliki seorang wirausaha dalam memproduksi suatu barangmemberikan pelayanan yang baikmemahami tren di masyarakat.

·         b. Menurut Pendekatan Penawaran:

        Menekankan kebutuhan manusia yang belum dapat terpenuhi sepenuhnya. Contoh: Masyarakat desa yang pergi ke kota hanya untuk membeli pakaian

Ciri dan Teknis menentukan Ceruk Pasar

Ciri-ciri Ceruk Pasar antara lain :

·         a. Pelanggan dalam suatu ceruk memiliki kumpulan keutuhan yang berbeda

·         b. Bersedia membayar harga tambahan pada perusahaan yang paling memuaskan kebutuhan pelanggan

·         c. Ceruk tersebut tidak mungkin menarik pesaing lain

·         d. Perusahaan pengisi ceruk mendapatkan penghematan tertentu karena spesialisasi

·         e. Ceruk memiliki ukuran, laba, dan potensi pertumbuhan yang memadai

Teknis Menentukan Ceruk Pasar yaitu :

·         a. Market place : Memanfaatkan fitur pencarian dalam kategori ceruk pasar yang dipilihketik kata kunci lebih spesifiklihat jumlah item yang dijualmanfaatkan fitur saringan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

·         b. Google Trend : Lihat volume pencarian menggunakan kata kuncigunakan fitur pencarian popular, tentukan wilayah, jangka waktu dan kategori

Ciri-ciri produk yang marketable untuk Ekspor

·         a. Produk berkualitas terbaik

·        b.  Memiliki keuikan tersendiri

·         c. Sesuai kebutuhan dan permintaan calon konsumen

·          d. Strategi distribusi yang baik. Contoh: memilih kurir yg berkualitas

·         e. Melakukan promosi dengan baik

·         f. Harga yang sesuai agar bisa dijadikan acuan bagi perusahaan

Kamis, 07 Januari 2021

#5 Bauran Pemasaran (Promosi)

Komunikasi pemasaran merupakan suatu kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh pembeli dan penjual, merupakan kegiatan yang membantu pengambilan keputusan komunikasi di bidang pemasaran sehingga dapat membuat semua pihak lebih puas dengan cara membuat mereka sadar akan apa yang harus dilakukan. Komunikasi pemasaran adalah pertukaran informasi dua arah antara pihak atau organisasi yang terlibat dalam pemasaran. Komunikasi yang efektif dapat mengubah perilaku atau memperkuat perilaku yang telah diubah sebelumnya. Salah satu kegiatan komunikasi pemasaran adalah promosi.

        Promosi adalah kegiatan pemasaran atau penjualan yang memberikan contoh produk melalui media cetak atau elektronik. Promosi yang menggunakan media cetak atau elektronik disebut dengan iklan. Promosi adalah tambahan untuk semua aktivitas promosi yang telah dilakukan untuk periklanan dan penjualan pribadi.

Bentuk-Bentuk Promosi :

  • Pameran Dagang, adalah sebuah pameran yang diadakan sehingga perusahaan dari industri tertentu dapat memamerkan dan mendemonstrasikan produk dan layanan terbaru mereka, mempelajari aktivitas pesaing dan mengikuti tren dan kesempatan baru. 
  • Periklanan, adalah suatu bentuk komunikasi tidak langsung, bertujuan untuk membujuk, membimbing atau membujuk khalayak, pemirsa dan pembaca untuk mengkomunikasikan informasi tentang produk atau layanan melalui beberapa atau semua media yang ditargetkan pada masyarakat.
  • Public Relation, merupakan salah satu strategi perusahaan yang menjalin hubungan baik dengan masyarakat untuk mendapatkan opini positif dari masyarakat sekitar. Public Relation sangat penting dilakukan untuk membentuk citra positif atau opini publik yang baik tentang perusahaan terkait.  
  • Signage digital adalah sub-segmen dari signage elektronik . Tampilan digital menggunakan teknologi seperti LCD , LED , proyeksi dan kertas elektronik untuk menampilkan gambar digital , video , halaman web , data cuaca, menu restoran, atau teks.
Pemilihan Media Iklan

  • Media Televisi, adalah salah satu media elektronik yang memiliki kemampuan unik untuk menampilkan kegunaan produk, dan menjangkau konsumen melalui pendengaran dan penglihatan pada waktu yang bersamaan.
  • Media radio, adalah media yang secara selektif dapat menjangkau pelanggan potensial pada tingkat pribadi dan intim, dan pesan mereka terlihat seperti berbicara kepada khalayak secara pribadi tanpa menggunakan visualisasi.
  • Media surat kabar, merupakan salah satu jenis media yang dapat menyajikan informasi secara detail melalui media cetak, dimana pembacanya berada dalam kerangka berpikir yang benar dan dapat mengolah berita.
  • Media luar ruangan, adalah media luar ruang yang merupakan bentuk periklanan tertua yang dapat dilihat oleh para konsumen di luar rumah. Bentuk periklanan luar ruang meliputi balon-balon raksasa, periklanan di halte bus, display di mall pembelanjaan, T-Shirt yang dipenuhi logo-logo merek.
Faktor-faktor Yang Mempengruhi Bentuk Promosi
  • Tujuan Promosi. Jika perusahaan ingin menjangkau khalayak luas, iklan menjadi pilihan yang tepat.
  • Jenis Produk. Produk-produk industrial lebih membutuhkan pendekatan personal. Semetara itu, produk-produk konsumsi biasanya membutuhkan lebih banyak iklan.
  • Infrastruktur dan Sumber Daya Perusahaan. Masing-masing metode promosi membutuhkan biaya dan upaya yang berbeda. Perusahaan mungkin membelanjakan lebih banyak uang untuk iklan jika dana mencukupi. Tapi, jika dana tidak mencukupi, seperti pada sebagian besar perusahaan kecil, mereka bergantung pada penjualan pribadi.
  • Siklus Hidup Produk. Misalnya, selama tahap pendahuluan, perusahaan mengadopsi periklanan intensif dan penjualan pribadi untuk mendidik dan meningkatkan kesadaran produk. Setelah konsumen sadar, perusahan mungkin akan lebih fokus pada iklan.
  • Infrastruktur Distribusi. Jika menjual produk langsung ke pelanggan tanpa melalui perantara, perusahaan mengandalkan personal selling. Perusahaan mungkin menggunakan beberapa iklan, tapi itu hanya sebagai pendukung.
  • Ukuran Pasar. Jika perusahaan menargetkan pelanggan yang lebih spesifik, penjualan langsung saja sudah cukup. Tapi, jika menargetkan pasar massal dengan ukuran pasar yang besar, iklan adalah alat promosinya.
  • Strategi Penetapan Harga. Produk premium, seperti iPhone, kurang mengandalkan iklan media massa. Perusahaan biasanya akan lebih menyukai pendekatan promosi yang lebih intim seperti penjualan pribadi.
Strategi Promosi Dengan Melihat Siklus Hidup Produk
  • Strategi Pemasaran Tahap Perkenalan, Dalam meluncurkan produk baru, manajemen pemasaran dapat membentuk suatu tingkat tinggi atau rendah bagi setiap variabel pemasaran, seperti harga, promosi, distribusi, dan mutu produk. Dalam hal harga dan promosi, manajemen dapat melaksanakan satu dari empat strategi yaitu : Strategi peluncuran cepat (rapid skimming), Strategi peluncuran lambat (slow skimming), Strategi penetrasi cepat (rapid-penetration), dan Strategi penetrasi lambat (slow-penetration).
  • Strategi Penetrasi Lambat (slow-penetration), Tahap ini ditandai dengan adanya peningkatan penjualan. Konsumen awal merasa senang dan konsumen berikutnya mulai membeli. Pesaing baru mulai memasuki pasar, harga bertahan atau sedikit turun, dan laba meningkat. 
  • Strategi Pemasaran Tahap Kedewasaan,  Pada suatu titik, tingkat pertumbuhan penjualan produk akan menurun dan produk akan memasuki tahap kedewasaan relatif. Tahap ini biasanya berlangsung lebih lama dari tahap sebelumnya dan merupakan tantangan berat bagi manajer pemasaran. Kebanyakan produk berada pada tahap kedewasaan dari siklus hidup. 
  • Strategi Pemasaran Tahap Penurunan, Penurunan bisa cepat atau lambat, karena alasan teknologi, pergeseran selera konsumen, dan meningkatnya persaingan.

Kamis, 31 Desember 2020

#4 Bauran Pemasaran (Price)

  Harga adalah nilai suatu barang atau jasa yang diukur dengan jumlah uang. Dikeluarkan oleh pembeli untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dan barang atau jasa berikut pelayanannya.
Buku Dasar-dasar Pemasaran (2002) karya Angipora P Marius, menurut William J Stanton, harga merupakan jumlah uang yang dibutuhkan untuk memperoleh beberapa kombinasi sebuah produk dan palayanan yang menyertainya.

Konsep Harga
Konsep harga Dalam buku Manajemen dan Pemasaran Jasa (2005) karya Buchari Alma, dalam teori ekonomi terdapat value dan utility yang menjadi konsep dalam penetapan harga.
1.    Utility, suatu atribut yang melekat pada suatu barang, yang memungkinkan barang tersebut memenuhi kebutuhan, keinginan, dan memuaskan konsumen.
2.    Nilai (value),  suatu produk untuk ditukar dengan produk lain. Nilai ini dilihat dalam situasi barter yaitu pertukaran barang dengan barang. Saat ini kegiatan perekonomian sudah tidak melakukan barter, melainkan menggunakan uang sebagai ukuran yang disebut harga (price).


Faktor-Faktor Penetapan Harga
Ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan harga. Berdasarkan hukum permintaan dan penawaran, maka suatu permintaan yang akan meningkat dapat menaikkan harga dan permintaan yang turun bisa menurunkan harga. Menurut Simamorang (2001) ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penetapan harga produk antara lain adalah sebagai berikut:
  1. - Starting point, situasi pasar yang meliputi permintaan dan persaingan.
  1. - Faktor pembatas yang terjadi pada biaya penempatan harga, bauran pemasaran, harapan, perantara, dan faktor lingkungan makro.
  1. - Aspek manajerial organisasi sebagai faktor yang berwenang dalam menetapkan harga dalam perusahaan.
Tujuan Penetapan
Tujuan penetapan harga Harga tentu sangat penting dalam kesepakatan jual-beli dari produsen ke konsumen. Melalui penetapan harga, terlihat posisi kelayakan produk dari nilai ekonomisnya. Terdapat beberapa tujuan dari penetapan harga, yaitu:
1.    Kestabilan harga, dilakukan untuk perusahaan yang kebetulan memegang kendali atas harga. Usaha pengendalian harga diarahkan terutama untuk mencegah terjadinya perang harga, khususnya bila menghadapi permintaan yang sedang menurun.
2.    Mencapai penghasilan atas investasi, biasanya besar keuntungan dari suatu investasi telah ditetapkan persentasenya dan diperlukan penetapan harga dari barang yang dihasilkan. Mempertahankan atau meningkatkan pasar Perusahaan yang sudah mendapatkan sasaran pasar, harus berusaha mempertahankan atau mengembangkan. Sehingga kebijakan dalam penetapan harga harus diperhitungkan, jangan sampai merugikan.
3.    Penetapan harga untuk meningkatkan laba, hal ini untuk menjadi acuan setiap bisnis bisa bertahan. Karena setiap bisnis memerlukan keuntungan.

Metode Penetapan Harga
Terdapat empat metode dalam penetapan harga, yaitu:
1.    Berbasis biaya
Faktor ini dipengaruhi aspek penawaran atau biaya. Harga akan ditentukan berdasarkan biaya produksi dan pemasaran produk yang ditambah dengan jumlah tertentu sehingga menutup biaya langsung, overhead, dan laba atau rugi.
2.    Berbasis permintaan
Metode yang menekankan pada berbagai faktor untuk memengaruhi selera dan kesukaan pelanggan berdasarkan kemampuan dan kemauan pelanggan untuk membeli.
3.    Berbasis laba
Didasarkan pada keseimbangan biaya dan pendapatan. Metode ini memiliki tiga pendekatan, yaitu:
·         Target profit pricing, penetapan harga berdasarkan target keuntungan.
·         Target return on sales pricing, harga berdasarkan penjualan.
·         Target return on investment pricing
4.    Berbasis persaingan
Penetapan harga dilakukan dengan mengikuti apa yang dilakukan pesaing. Metode ini memiliki tiga pendekatan, yaitu:
·         Sistem penjualan di bawah harga normal pesaing untuk menarik konsumen.
·         Menyamakan harga agar persaingan tidak terlelau besar.
·         Memberi harga lebih tinggi dari pesaing dengan asumsi bahwa produk yang ditawarkan memiliki kualitas lebih baik.

Kamis, 24 Desember 2020

#3 Bauran Pemasaran (Place)

BAURAN PEMASARAN (LOKASI/SALURAN DISTRIBUSI

Saluran pemasaran merupakan serangkaian organisasi yang saling tergantung dalam proses menjadikan produk atau jasa siap untuk dikonsumsi. Sedangkan saluran distribusi merupakan hubungan dalam berpartisipasi menyampaian jasa, yaitu organisasi dan orang-orang. 

Kegunaan Lokasi dan Saluran Distribusi

Place dalam bauran pemasaran, adalah:

  1. Lokasi: dimana lokasi dekat dan jauh mempengaruhi biaya produksi
  2. Saluran Distribusi: suatu gabungan penjualan dan pembelian yang bekerja sama memproses, menggerakkan produk dan jasa dari produsen ke konsumen.

Kriteria lokasi untuk pemasaran

pemilihan lokasi bisnis yang dekat dengan target pasar serta ketersediaan infrastruktur yang memadai dan merupakan sebuah strategi yang dapat memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk/jasa yang diinginkannya. Beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi bisnis yaitu lingkungan masyarakat, sumber daya alam, tenaga kerja, kedekatan dengan pasar, fasilitas dan biaya transportasi, tanah untuk ekspansi, dan pembangkit tenaga listrik.

Keputusan penentuan lokasi biasanya juga tergantung pada jenis bisnis apa yang dimiliki oleh para pengusaha tersebut. Di balik penentuan ini terdapat strategi penentuan lokasi yang harus diketahui oleh pemilik usaha dalam rangka memaksimalkan keuntungan pada lokasi mereka di kedepannya.  

 Fungsi Saluran Distribusi

  1. Mengumpulkan informasi mengenai pelanggan, pesaing, serta pelaku dan kekuatan lain yang ada saat ini maupun potensial dalam lingkungan pemasaran
  2. Mengembangkan dan menyebarkan komunikasi persuasif untuk merangsang pembelian
  3. Mencapai persetujuan akhir mrngenai harga dan syarat lain
  4. Memperoleh dana yang lebih besar
  5. Menanggung resiko yang berhubungan dengan pelaksanan fungsi saluran pemasaran tersebut
  6. Mengatasi transfer kepemilikan aktual dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi atau orang kepada organisasi atau orang yang lain

Bentuk-Bentuk Saluran Distribusi

Bentuk-bentuk saluran dilihat dari banyaknya tahap perantara yang nantinya akan menentukan ukuran penjangnya suatu saluran, yaitu:

  1. Saluran level nol (disebut juga saluran pemasaran-langsung) terdiri dari perusahaan yang langsung menjual kepada pelanggan akhir
  2. Saluran satu-level berisi satu perantara penjual, seperti pengecer atau dengan menggunakan distributor
  3. Saluran dua-level berisi dua perantara, misalnya pengecer dan pedagang besar, atau perusahaan yang menggunakan perwakilan untuk perusahaannya
  4. Saluran tiga-level berisi tiga perantara, misalnya pemborong, pedagang besar dan pengecer atau perusahaan yang menggunakan cabang perwakilan dan distributor

Evaluasi dan upaya pengendalian saluran distribusi

Pengendalian saluran distribusi dapat menjadi suatu masalah yang sulit bagi perusahaan yang mengandalkan fungsi perdagangan besar dan eceran pada penyalur tertentu. Penyalur independent merupakan salah satunya, mereka melaksanakan kegiatan bisnisnya untuk kepentingan sendiri. Hal ini artinya mereka hanya tertarik untuk menjual barang yang dapat meningkatkan laba mereka. Oleh karena itu produsen yang menjual melalui penyalur independent tersebut harus merancang produk dan pemasaran menarik. Hal ini dilakukan untuk membuat agen independent agar lebih dekat dan terikat dengan produsen, maka sebaiknya produsen harus mengambil beberapa kebijaksanaan seperti:

a. Produsen harus menyatakan bahwa tugasnya tidak berakhir pada saat produk terjual, tetapi masih perlu memberikan pelayanan sesudah penjualan kepada pembeli akhir. Oleh karena itu program tersebut harus dikordinasikan dengan para penyalur sehingga komunikasi dengan pembeli akhir dan informasi dapat diperoleh dengan cepat dan tepat.

b. Produsen harus menyatakan bahwa masalah yang dihadapi penyalur merupakan masalah bagi produsen.

c. Produsen harus memberikan ganti kepada penyalur atas garansi dan servis lain yang diberikan kepada pembeli.

d. Produsen harus memberikan semangat kepada penyalur dengan memberikan sejumlah intensif. Beberapa teknik pemberian intensif yang dapat digunakan antara lain:

1. Konsesi harga, misalnya: potongan harga, potongan tunai.

2. Bantuan keuangan, misalnya: pembelian secara kredit.

3. Proteksi, misalnya: proteksi harga, proteksi keuangan.

Begitu pula halnya dengan saluran distribusi yang akan digunakan perusahaan untuk memasarkan produk tersebut. Ada kecenderungan disetiap perusahaan menggunakan lembaga perantara untuk memasarkan produknya. Lembaga perantara ini cukup beraneka ragam jenis dan tingakatannya. Mereka inilah yang dikenal dengan istilah agen, pengecer ataupun pedagang besar. Disetiap perantara mempunyai sifat dan karakter yang berbeda, namun mereka memiliki kesamaan terutama dalam peranan memperlancar dari produsen sampai ke tangan konsumen.

Manajemen konflik dalam saluran distribusi

·         Konflik saluran

·         Sumber konflik saluran

Konflik saluran horizontal dapat terjadi antar pengecer. Misalnya, ketika salah satu pengecer merasa ada pesaing lain yang bersaing terlalu ketat melalui penetapan harga atau menggunakan iklan untuk menyerang wilayah penjualan mereka. Sedangkan konflik vertical terjadi antara pengecer dan pemasok mereka ketika kedua pihak merasa didominasi oleh yang lain. Konflik dapat timbul ketika pabrikan membuat saluran baru.

Sumber umum lainnya konflik saluran adalah ketika saluran distribusi tradisional menjadi semakin ditantang oleh saluran distribusi alternatif yang baru. Contohnya adalah antara saluran online dan saluran konvensional. Konflik semacam itu mungkin akan mengganggu penjualan perusahaan. Oleh karena itu, konflik saluran perlu ditangani dengan cepat untuk menghindari kekecewaan dan ketidakpuasan dengan insentif untuk mendistribusikan penawaran perusahaan.

·         Dampak konflik saluran

Manajemen perlu menyadari bahwa konflik saluran tidak hanya dapat merusak sebagian sistem distribusi perusahaan tetapi juga terhadap sistem distribusi secara keseluruhan. Secara spesifik, konflik saluran dapat membahayakan distribusi penawaran perusahaan yang efektif dan efisien kepada pelanggan saat ini. Misalnya, pelanggan dapat bingung tentang apa yang diharapkan dalam hal pedoman pra-penjualan atau dukungan purna jual dari distributor yang berbeda dari produk perusahaan.

Kamis, 17 Desember 2020

#2 Bauran Pemasaran (Produk)

Nama : Widya Nova Lestari 

Nim : 180321100009 

Kelas : Manajemen Pemasaran A 

A.  Pengertian Produk

Yaitu segala sesuatu yang dapat dihasilkan, hasilnya berupa barang ataupun jasa yang dapat diperjual belikan kepada konsumen. Produk dalam hal ini bisa ditujukan untuk konsumen akhir ataupun konsumen perantara.

Ø  B. Jenis-Jenis Produk Secara Umum

1.      Produk berdasarkan daya tahan dan wujud:

a.      Barang tidak tahan lama, wujud barang ini biasanya digunakan dalam satu atau beberapakali penggunaan, misalnya sabun, pasta gigi karena barang yang dibeli dengan cepat habis maka strategi yang sesuai adalah menyediakan dibanyak tempat. 

b.      Barang tahan lama, wujudnya bisa tetap bertahan walaupun sudah digunakan beberapa kali seperti mesin cuci, pakaian. Produk tahan lama biasanya memerlukan waktu penjualan dan pelayanan yang lebih pribadi. 

c.       Jasa (layanan), produk yang tidak berwujud, tidak terpisahkan dan mudah habis.  Konsekuensinya, mutu, kredibilitas, dan kemampuan yang lebih tinggi.

2.      Produk Konsumsi, produk yang biasa digunakan konsumen tingkat akhir untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

a.      Produk kebutuhan sehari-hari, pemakaian yang intens sehingga cepat habis, misalnya makanan, minuman. 

b.      Produk belanjaan, produk yang dibelanjakan dengan cara membandingkan suatu produk dengan produk lainnya yang sama dari segi kualitas, harga, dan spesifikasi produk tersebut, seperti produk smartphone, tv, laptop, sepatu, dst.

c.       Produk Khusus, produk yang memiliki ciri khas dan kesan yang mewah dan biasanya barang ini tidak banyak di pasaran. Konsumen akan bersedia membayar produk tersebut walaupun dibandrol dengan harga yang tinggi, seperti perhiasan, mobil, atau produk lainnya.

d.      Unsought Goods, adalah suatu produk yang sebelumnya belum diketahui oleh konsumen dan mereka belum terfikir membeli produk tersebut, seperti batu nisan, peti mati, tanah pemakaman, dst.

3.      Produk Industri, seluruh produk yang mampu dibeli oleh konsumen yang bisa digunakan sebagai bahan baku untuk selanjutnya bisa diproses menjadi produk yang baru. Macam-macam produk industri, yaitu:

a.      Bahan Baku dan Suku Cadang, adalah produk yang diperlukan untuk diolah menjadi produk baru yang memiliki manfaat lebih. Jenis produk ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu bahan mentah dan suku cadang. 

b.      Barang modal, digunakan untuk mengembangkan suatu produk jadi memiliki daya tahan yang tergolong lama, seperti pabrik, bangunan kantor, laptop, mobil, mesin produksi.

c.       Perlengkapan dan Layanan Bisnis, produk yanglllpp membantu pengelolaan produk jadi dan mempunyai daya tahan yang tergolong lama, seperti alat tulis kantor, oli pelumas, bahan bakar mesin. Sedangkan contoh dari produk layanan bisnis adalah perwatawan alat, periklanan produk, konsultasi bantuan hukum.

B.  Strategi Pemasaran Produk

Strategi pemasaran (marketing strategy) merupakan kegiatan pemasaran yang telah direncanakan yaitu seluruh kegiatan pemasaran yang akan diterapakan pada perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya. Terdapat bauran pemasaran (marketing mix) yang artinya kumpulan dari variabel yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk memengaruhi tanggapan konsumen atau yang biasa kita sebut sebagai bauran pemasaran. Berikut beberapa jenis bauran pemasaran:

1.      Produk, produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. 

2.      Price, unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan. Disamping itu harga merupakan unsur bauran pemasaran yang bersifat fleksible yang dapat diubah dengan cepat.

3.      Place, merupakan tempat penyaluran barang yang telah di produksi oleh perusahaan yang kemudian akan di salurkan atau dijual kepada konsumen. 

4.      Promotion, merupakan strategi pemasaran yang wajib dilakukan agar produk yang dijual itu dikenal dan di ingat oleh konsumen. 

C.  Pengertian jasa

Jasa adalah aktivitas atau tindakan yang tidak berwujud, tidak dapat diraba tetapi dapat diidentifikasi, yang direncanakan dan dilaksanakan untuk memenuhi permintaan dan kepuasan konsumen. 

Ø  D. Jenis-Jenis Jasa secara umum

1.      Usaha Rumah Tangga, jasa yang  mencakup banyak hal yang ada didalam rumah tangga. Misalnya, memperbaiki rumah.

2.      Jasa Perumahan, jenis jasa ini mencangkup penyewaan sebuah kamar hotel (penginapan), apartemen, kost-kostan, dan lain sebagainya.

3.      Jasa Hiburan atau Rekreasi, jenis jasa ini meliputi penyewaan alat-alat yang berhubungan dengan suatu hiburan, atau penyewaan tempat untuk melakukan suatu kegiatan hiburan.

4.      Jasa Perawatan Pribadi, jenis jasa yang ke empat ini adalah suatu perawatan kecantikan, pijit, salon, dan lain sebagainya.

5.      Jasa Kesehatan, jenis jasa yang satu ini termasuk jasa yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Misalnya perawatan dirumah sakit, bidan, puskesmas, dan lain sebagainya.

6.      Jasa Bisnis, jenis jasa yang satu ini meliputi jasa akuntan, jasa konsultan, jasa marketing, dan lain sebagainya.

7.      Jasa Komunikasi, dapat dicontohkan jasa komunikasi yaitu warnet, wartel pengiriman fax, kantor pos, dan lain sebagainya.

8.    Jasa Transportasi, jenis jasa ini sering kita gunakan saat kita berpergian disuatu tempat. Misalanya angkutan darat, angkutan laut, angkutan udara, dan lain sebagainya.

9.      Jasa Keuangan, jenis jasa keungan yang digunakan yaitu bank. contohnya leasing, pajak, Bank pinjamandan lain sebagainya.

10.  Jasa Pendidikan, jenis jasa ini sangat penting untuk kelangsungan bangsa dan negara karena untuk mendidik anak-anak bangsa. Misalnya jenis jasa ini adalah guru privat, guru les, guru ngaji, guru sekolah.dan lain sebagainya.

D.   Strategi Pemasaran Jasa

Usaha di bidang jasa biasanya memberikan pelayanan kepada konsumen dengan berhubungan secara langsung. Oleh karena itu usaha di bidang jasa ini dapat mengukur keberhasilan strategi pemasaran yang digunakan dengan tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen. Dibawah ini merupakan strategi pemasaran jasa yaitu:

1.      Memberikan pelayanan secara efisien. 

2.      Peran karyawan dalam melayani konsumen dengan baik.

3.      Penentuan harga yang ditawarkan. 

4.      Penggunaan perkembangan teknologi serta. 

5.      Menyesuaikan dengan budaya yang berkembang.