Sabtu, 20 Maret 2021

Makalah Faktor Pribadi Dalam Perilaku Konsumen

Nama : Widya Nova Lestari 

NIM :180321100009 

KELAS : Perilaku Konsumen A


Pendahuluan

Perilaku konsumen merupakan hal yang tidak mudah untuk dikenali. Kadang yang menjadi kebutuhan oleh konsumen dapat terlihat jelas oleh pemasar. Namun terkadang apa yang menjadi keinginan konsumen menjadi sulit untuk diketahui. Setiap masyarakat merupakan konsumen, oleh karena itu perilaku konsumen berkaitan dengan perilaku setiap manusia dengan segala keunikan dan perbedaan. Manusia adalah makhluk ekonomi yang bersifat rasional dimana manusia selalu berusaha memenuhi kebutuhannya dan selalu memaksimalkan kepuasan atau kebutuhannya selama kemampuan finansialnya memungkinkan dan selama dia merasa nyaman dengan hal tersebut.

Proses pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian bukanlah suatu hal yang mudah bagi seorang konsumen. Konsumen mempunyai perilaku yang berbeda-beda dalam membuat keputusan untuk membeli suatu produk atau jasa. Dengan adanya media elektronik, media cetak, internet menjadikan konsumen lebih banyak mengetahui tentang produk atau jasa tertentu sehingga memudahkan konsumen memilih produk, merek, pelayanaan, serta saluran distribusi yang diinginkan untuk memenuhi kebutuhan mereka terhadap produk dan jasa. Perilaku manusia dapat dipengaruhi oleh banyak faktor baik internal maupun eksternal. Perilaku pembelian dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor perilaku konsumen. Keputusan pembelian dipengaruhi juga oleh karakteristik konsumen. Keputusan pembelian pada konsumen sangat dipengaruhi oleh faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologi dari pembeli.


Pembahasan

A. Perilaku konsumen

Yaitu tingkah laku individu atau kelompok/organisasi dalam memilih atau menggunakan atau menghentikan suatu produk atau jasa sesuai dengan kebutuhannya. Selain itu, perilaku konsumen bisa didefinisikan sebagai yang mempelajari individu dalam membuat keputusan pembelian yang menyesuaikan dengan sumberdaya yang dimiliki yaitu berupa uang, waktu dan usaha dalam mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor budaya seperti kebudayaan, sub budaya dan kelas sosial. Sedangkan faktor sosial yaitu seperti faktor dari keluarga, kelompok sosial, kelas sosial, kelompok referensi, dan status sosial. Tidak hanya itu, faktor perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh probadi konsumen sendiri seperti umur, keadaan ekonomi, gaya hidup dan kepribadian. 

B. Kepribadian

Keputusan pembeli dipengaruhi oleh karakteristik pribadi sebagai berikut:

 1. Usaha dan tahap siklus hidup, karena kebutuhan setiap orang berbeda  dan tentunya sesuai dengan siklus hidup dan usia masing-masing individu.

2. Jenis pekerjaan, jenis pekerjaan sangat memengaruhi sehingga perusahaan perlu mengelompokkan segmentasi konsumen

3. Keadaan ekonomi, kebutuhan seseorang berbeda sesuai dengan kedaan ekonomi atau pendapatan individu. 

4. Gaya hidup, hal ini berkaitan dengan kebiasaan, style dan pola hidup individu yang disekspresikan dalam aktivitas dan minat

5. konsep diri, yaitu karakteristik psikologi seseorang. Karena psikologi setiap orang berbeda-beda tentunya perusahaan perlu mengetahui sikap psikologi konsumen. 

C. Sikap

Sikap yaitu suatu gambaran emosional, perasaan dan kecenderungan tindakan yang menguntungkan atau tidak serta dapat bertahan lama dari seseorang terhadap suatu obyek. Faktor sikap ini tentunya sangat berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian karena ketika sikap konsumen baik atau positif terhadap suatu produk maka akan berpengaruh terhadap keyakinan konsumen untuk melakukan pembelian.

D. Pebelajaran 

Pembelajaran adalah perubahan perilaku konsumen akibat dari pengalaman masa lalu yang telah dihapinya. Apabila konsumen pernah merasakan penyesalan pembelian produk sehingga konsumen tidak akan melakukan pembelian untuk kedua kalinya. Pembelajaran konsumen menunjukkan perlakuan pembelian terhadap produk atau jasa berdasarkan pada pengalamannya dalam melakukan pembelian produk dan merek yang disukainya. Pembelajaran juga disebabkan adanya pengalaman sehingga konsumen bertindak dengan mempertimbangkan pengetahuan dan pengalamannya dalam melakukan sesuatu atau keputusan pembelian.


Kesimpulan

Perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, diantaranya faktor budaya, social, psikologis, pribadi dan faktor marketing strategy. Keterkaitan perusahaan/produsen sangatlah erat. Produsen memiliki ketergantungan terhadap prilaku konsumen yang mempengaruhi efektifitas penjualan. Proses pengamatan produsen terhadap prilaku konsumen akan memberikan hasil yang menentukan strategi pemasaran. Inilah alasan mengapa produsen perlu mengamati prilaku produsen.


Dalam memutuskan suatu pembelian, ada beberapa tahap yang dilakukan konsumen, diantaranya pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternative dan keputusan pembelian. Beberapa tipe proses pembelian konsumen diantaranya proses complex decision making, proses brand loyalty, limited decision making dan proses intertia.

Rabu, 17 Maret 2021

Alasan Memilih Usaha Keripik

 Nama : Widya Nova Lestari

Nim : 180321100009

Kelas : RAB A

Sebamyak 77% masyarakat Indonesia dikatakan lebih suka memakan makanan ringan atau camilan. Makanan camilan banyak sekali macamnya, salah satunya yaitu keripik. Jika diperhatikan masyarakat tidak pernah mengkonsumsinya dalam sekala besar dan terus-menerus karena kebanyakan masyarakat berfikir jika nyemil atau makan makanan cemilan dapat membuat badan menjadi gemuk, panas dalam, sehingga makanan ringan seperti keripik berkonotasi negatif akibat asumsi tersebut. Selain itu, orang tua selalu khawatir jika anak-anaknya makan makanan ringan begitu banyak, mereka beranggapan bahwa makanan ringan dinilai tidak cocok dikonsumsi bagi anak-anak karena ada bahan pengawet, penyedap dalam komposisinya.

Melihat permasalahan tersebut, perusahaan Gold Tree yang merupakan perusahaan dalam bidang pangan, akan menyediakan aneka makanan ringan atau cemilan yang bisa dikonsumsi oleh siapapun dan dimanapun. Jenis makanan ringan yang diproduksi oleh Gold Tree adalah makanan ringan jenis keripik. Keripik ini berbahan dasar alami dari singkong, pisang dan aneka variasi lainnya. Keripik tentunya tidak asing bagi masyarakat, karena keripik sudah seperti makanan kedua atau makanan pengganti bagi yang tidak ingin mengkonsumsi makanan berat diwaktu santai. Kebutuhan akan keripik begitu tinggi, bagaimana tidak pada setiap acara apapun rasanya tidak enak jika tidak ada keripik di meja saji. Seperti di waktu rapat, main bersama teman, keluarga, liburan, hingga oleh-oleh selalu saja ada keripik. Keripik olahan kami tentunya tidak mengandung bahan pengawet dan bahan lainnya seperti micin agar orang tua tidak ragu jika keripik ini dimakan bersama anak-anaknya. Selain tanpa bahan penyedap yang kurang baik bagi kesehatan, keripik Gold Tree juga tidak mengandung pemanis buatan sehingga konsumen tidak perlu khawatir jika keripik ini akan membuat kadar gula menjadi tinggi. Selain itu, dalam pengolahan tentunya kita melakukan penggorengan tidak menggunakan minyak sisa, hal ini berguna untuk mengatasi adanya panas dalam setelah konsumsi. 


Sabtu, 13 Maret 2021

Makalah Faktor Psikologi Konsumen Pada Keputusan Pembelian

PENDAHULUAN

Perkembangan jumlah penduduk yang semakin meningkat tentunya akan memberikan dampak pada tingginya jumlah kebutuhan masyarakat. Selain itu, pembangunan di sektor perekonomian juga mengalami perubahan yang luar biasa, akibat pesatnya perkembangan kegiatan perekonomian tersebut menimbulkan kebutuhan hidup semakin meningkat pula. Melihat peluang usaha yang timbul dari kebutuhan manusia tersebut, banyak perusahaan mulai berlomba-lomba dalam menciptakan inovasi baru di setiap produk yang dijual. Untuk mencapai tujuan pemasaran, strategi perusahaan harus memperhatikan kondisi dan situasi yang ada sehingga perusahaan memerlukan faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan keputusan pembelian yaitu faktor psikologis atau faktor internal.

Konsumen melakukan pembelian suatu barang atau jasa biasanya didasari oleh faktor psikologis yang ada dalam diri mereka, mulai dari motivasi, persepsi, sikap, dan pembelajaran dalam memahami suatu produk tertentu. Produk yang ditawarkan akan menjadi salah satu pembentukan motivasi dalam melakukan pengambilan keputusan pembelian. Dengan adanya motivasi, konsumen akan memilih minat atau keinginan untuk membeli suatu produk. Motivasi adalah dorongan jiwa yang utama karena semua tindakan konsumen selalu diawali oleh adanya dorongan yang membuatnya menginginkan dan membutuhkan sesuatu. Persepsi yang dibentuk oleh konsumen mendorong konsumen untuk memilih melakukan proses pengambilan keputusan pembelian sehingga yang dipilih menghasilkan yang terbaik sesuai dengan manfaat kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen. Melalui proses motivasi, dan persepsi dalam melakukan keputusan pembelian, tentu akan menimbulkan sikap konsumen yang berbeda-beda terhadap produk yang sama. Konsumen mempunyai hak dalam membuat suatu keputusan pembelian berdasarkan kebutuhan mereka, sehingga keputusan yang dibuat oleh konsumen akan berbeda dan membentuk suatu perilaku tertentu. 

PEMBAHASAN

1.Faktor psikologis 

Faktor Psikologis sebagai bagian dari pengaruh lingkungan dimana ia tinggal dan hidup pada waktu sekarang tanpa mengabaikan pengaruh dimasa lampau atau antisipasinya pada waktu yang akan datang Menurut Achmad (2009: 95), pilihan-pilihan seseorang dalam membeli dipengaruhi lagi oleh empat faktor psikologis yang penting, yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan serta keyakinan dan sikap. 

  • Motivasi
Motivasi dan teori kebutuhan akan menjadi faktor- faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian konsumen yang tercermin dalam customer behaviornya. Kebutuhan manusia tersusun dalam sebuah hierarki, dari yang paling mendesak sampai yang kurang mendesak. Hierarki kebutuhan Maslow dapat dilihat di atas. Diurut dari segi kepentingannya, kebutuhan dibagi menjadi 5 macam yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan kemanan, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan, kebutuhan aktualisasi diri.

  • Persepsi 
Perceived quality yaitu persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa layanan berkaitan dengan apa yang diharapkan oleh pelanggan. Perceived quality akan membentuk persepsi kualitas dari suatu produk di mata pembeli. Persepsi adalah proses seseorang dalam memilih, mengatur dan menginterpretasikan informasi. Persepsi tidak hanya bergantung pada rangsangan fisik tetapi juga pada rangsangan yang berhubungan dengan lingkungan sekitar dan keadaan individu yang bersangkutan. 

2. Faktor Pribadi
  • Pembelajaran. 
Merupakan proses yang dilakukan oleh konsumen untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman tentang pembelian yang dapat diaplikasikan untuk perilaku dimasa  datang. Istilah pembelajaran meliputi total pembelajaran dari yang sederhana, sampai penyelesaian masalah yang komplek. Unsur- unsur yang termasuk dalam kebanyakan teori pembelajaran konsumen antara lain motivasi, isyarat, respons, penguatan. Pembelajaran menjadi tahap konsumen memperoleh pengetahuan tentang produk, apakah produk tersebut memberikan kepuasan atau tidak akan mempengaruhi perilakunya dalam membeli dimasa yang akan datang. 
  • Sikap
Definisi sikap konsumen biasanya mengacu pada kecenderungan konsumen terhadap merk. Hal ini digunakan ntuk mengevaluasi merek baik disenangi atau tidak disenangi secara konsisten. Dengan demikian, konsumen mengevaluasi merek tertentu secara keseluruhan dari yang paling jelek sampai yang paling baik. Pembentukan sikap  tersebut dipengaruhi secara berarti oleh pengalaman pribadi, pengaruh keluarga atau kawan, pemasaran langsung dan media massa.  Bagian pertama dari model ini terdiri dari kognisi seseorang, yaitu pengetahuan dan persepsi yang diperoleh dari kombinasi pengalaman langsung dengan obyek sikap dan informasi terkait dari berbagai sumber. Komponen kedua adalah afektif yang terbentuk dari emosi dan perasaan seseorang tentang objek tertentu. Komponen terakhir dari model ini (konatif) berkaitan dengan besarnya kemungkinan atau kecenderungan seseorang untuk berperilaku tertentu. Dalam pemasaran, secara umum seseorang yang memiliki sikap yang positif terhadap suatu produk atau merk, maka orang tersebut akan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk membeli produk tersebut. 
  • Kepribadian
Kepribadian biasanya digambarkan dalam karakteristik perilaku seperti kepercayaan diri, dominasi, kemampuan bersosialisasi, otonomi, cara mempertahankan diri, kemampuan beradaptasi, dan sifat agresif.2 Hal yang berkaitan dengan kepribadian adalah konsep diri. Konsep diri yaitu pandangan dan sikap individu terhadap diri sendiri. Kepribadian berkaitan dengan adanya perbedaan karakteristik yang
paling dalam pada diri (inner psychological characteristics) manusia, perbedaan karakteristik tersebut menggambarkan ciri unik dari masing-masing individu. Perbedaan karakteristik akan mempengaruhi respons individu terhadap lingkungannya (stimulus) secara konsisten.

KESIMPULAN

Keputusan pembeli merupakan kegiatan dalam memutuskan terhadap pembelian barang atau jasa. Psikologi konsumen mempengaruhi keputusan pembelian barang atau jasa. Sikap merupakan elemen dalam psikologi konsumen yang mempengaruhi keputusan pembelian secara signifikan. Hasil ini memberikan arahan kepada penjual untuk lebih memperhatikan sikap konsumen secara maksimal dalam memasarkan produk.

Rabu, 10 Maret 2021

Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen

 Perilaku konsumen adalah bagaimana konsumen atau pelanggan membuat keputusan pembelian atau membelanjakan sumberdaya yang tersedia dan dimiliki oleh konsumen yang berupa waktu uang dan usaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan terhadap produk atau jasa.

Jenis konsumen

1. Konsumen akhir (Individual) yaitu konsumen rumah tangga yang Melakukan pembelian untuk dikonsumsi atau digunakan sendiri

2. Konsumen organisasional yaitu konsumen yang merupakan suatu organisasi yang melakukan pembelian dan memakai produk atau jasa seperti pedagang dan lembaga non profit yang tujuannya adalah untuk memperoleh keuntungan atau kesejahteraan anggotanya

Peranan dalam proses pengambilan keputusan pembelian

1. Pemrakarsa (inisiator) orang yang memberikan saran untuk melakukan pembelian barang atau jasa

2. Pembawa pengaruh (influence) yaitu orang yang dapat mempengaruhi orang lain untuk melakukan pembelian barang atau jasa

3. Pengambil keputusan yaitu orang yang memiliki tanggung jawab untuk melakukan pembelian

4. Pembeli (buyer) orang yang bertugas melakukan pembelian

5. Pemakai (user) yaitu orang yang mengkonsumsi propolis atau menggunakan jasa

Proses Pengambilan keputusan

1. Mengenali keputusan, konsumen mencari tahu apa yang dirasakan kurang dan harus dipenuhi (kebutuhan)

2. Mencari informasi, konsumen mencari informasi produk atau jasa yang akan dibeli sehingga sesuai dengan kebutuhannya

3. Mengevaluasi alternatif, dari semua alternatif mana yang paling baik dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan konsumen

4. Mengambil keputusan, dari beberapa alternatif pilihan konsumen memilih satu alternatif yang akan dibeli, pengambilan keputusan biasanya dipengaruhi oleh sikap orang lain dan faktor situasional yang tidak dapat diprediksi

5. Evaluasi pasca pembelian, setelah melakukan pembelian dan konsumen mengkonsumsi atau memakai produk atau jasa yang sudah dibeli konsumen akan memberikan penilaian terhadap produk atau jasa, apabila produk jasa dan pelayanan dinilai sama atau melebihi yang konsumen harapkan bisa jadi konsumen akan melakukan pembelian ulang.

Kepuasan konsumen

Kepuasan konsumen merupakan tingkat perasaan konsumen setelah membandingkan apa yang diterima dengan apa yang diharapkan. Kepuasan konsumen adalah berkaitan dengan kualitas produk, kualitas pelayanan, emosional, harga dan biaya.

Metode pengukuran kepuasan konsumen

1. Sistem keluhan dan saran (customer centered) yaitu dnegan menampung segala keluhan dan saran dari konsumen untuk pengembangan produk atau jasa

2. Ghost shoping adalah salah satu cara untuk memperoleh gambaran mengenai kepuasan konsumen yaitu dengan mempekerjakan beberapa orang untuk berperan atau bersikap seperti konsumen potensial dengan membeli produk atau jasa kemudian melakukan pelaporan temuannya tentang kekuatan dan kelemahan produk atau jasa

3. Lost customer analisis adalah metode analisis dengan cara perusahaan menghubungi pelanggan yang sudah berhenti membeli atau yang telah pinsah pemasok untuk mengetahui alasan mereka berhenti membeli agar bisa memperbaiki kekurangan dalam perusahaan

4. Survei kepuasan pelanggan yaitu dengan melakukan penelitian atau survey terhadap konsumen produk atau jasa perusahaan.