Kamis, 31 Desember 2020

#4 Bauran Pemasaran (Price)

  Harga adalah nilai suatu barang atau jasa yang diukur dengan jumlah uang. Dikeluarkan oleh pembeli untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dan barang atau jasa berikut pelayanannya.
Buku Dasar-dasar Pemasaran (2002) karya Angipora P Marius, menurut William J Stanton, harga merupakan jumlah uang yang dibutuhkan untuk memperoleh beberapa kombinasi sebuah produk dan palayanan yang menyertainya.

Konsep Harga
Konsep harga Dalam buku Manajemen dan Pemasaran Jasa (2005) karya Buchari Alma, dalam teori ekonomi terdapat value dan utility yang menjadi konsep dalam penetapan harga.
1.    Utility, suatu atribut yang melekat pada suatu barang, yang memungkinkan barang tersebut memenuhi kebutuhan, keinginan, dan memuaskan konsumen.
2.    Nilai (value),  suatu produk untuk ditukar dengan produk lain. Nilai ini dilihat dalam situasi barter yaitu pertukaran barang dengan barang. Saat ini kegiatan perekonomian sudah tidak melakukan barter, melainkan menggunakan uang sebagai ukuran yang disebut harga (price).


Faktor-Faktor Penetapan Harga
Ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan harga. Berdasarkan hukum permintaan dan penawaran, maka suatu permintaan yang akan meningkat dapat menaikkan harga dan permintaan yang turun bisa menurunkan harga. Menurut Simamorang (2001) ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penetapan harga produk antara lain adalah sebagai berikut:
  1. - Starting point, situasi pasar yang meliputi permintaan dan persaingan.
  1. - Faktor pembatas yang terjadi pada biaya penempatan harga, bauran pemasaran, harapan, perantara, dan faktor lingkungan makro.
  1. - Aspek manajerial organisasi sebagai faktor yang berwenang dalam menetapkan harga dalam perusahaan.
Tujuan Penetapan
Tujuan penetapan harga Harga tentu sangat penting dalam kesepakatan jual-beli dari produsen ke konsumen. Melalui penetapan harga, terlihat posisi kelayakan produk dari nilai ekonomisnya. Terdapat beberapa tujuan dari penetapan harga, yaitu:
1.    Kestabilan harga, dilakukan untuk perusahaan yang kebetulan memegang kendali atas harga. Usaha pengendalian harga diarahkan terutama untuk mencegah terjadinya perang harga, khususnya bila menghadapi permintaan yang sedang menurun.
2.    Mencapai penghasilan atas investasi, biasanya besar keuntungan dari suatu investasi telah ditetapkan persentasenya dan diperlukan penetapan harga dari barang yang dihasilkan. Mempertahankan atau meningkatkan pasar Perusahaan yang sudah mendapatkan sasaran pasar, harus berusaha mempertahankan atau mengembangkan. Sehingga kebijakan dalam penetapan harga harus diperhitungkan, jangan sampai merugikan.
3.    Penetapan harga untuk meningkatkan laba, hal ini untuk menjadi acuan setiap bisnis bisa bertahan. Karena setiap bisnis memerlukan keuntungan.

Metode Penetapan Harga
Terdapat empat metode dalam penetapan harga, yaitu:
1.    Berbasis biaya
Faktor ini dipengaruhi aspek penawaran atau biaya. Harga akan ditentukan berdasarkan biaya produksi dan pemasaran produk yang ditambah dengan jumlah tertentu sehingga menutup biaya langsung, overhead, dan laba atau rugi.
2.    Berbasis permintaan
Metode yang menekankan pada berbagai faktor untuk memengaruhi selera dan kesukaan pelanggan berdasarkan kemampuan dan kemauan pelanggan untuk membeli.
3.    Berbasis laba
Didasarkan pada keseimbangan biaya dan pendapatan. Metode ini memiliki tiga pendekatan, yaitu:
·         Target profit pricing, penetapan harga berdasarkan target keuntungan.
·         Target return on sales pricing, harga berdasarkan penjualan.
·         Target return on investment pricing
4.    Berbasis persaingan
Penetapan harga dilakukan dengan mengikuti apa yang dilakukan pesaing. Metode ini memiliki tiga pendekatan, yaitu:
·         Sistem penjualan di bawah harga normal pesaing untuk menarik konsumen.
·         Menyamakan harga agar persaingan tidak terlelau besar.
·         Memberi harga lebih tinggi dari pesaing dengan asumsi bahwa produk yang ditawarkan memiliki kualitas lebih baik.

Kamis, 24 Desember 2020

#3 Bauran Pemasaran (Place)

BAURAN PEMASARAN (LOKASI/SALURAN DISTRIBUSI

Saluran pemasaran merupakan serangkaian organisasi yang saling tergantung dalam proses menjadikan produk atau jasa siap untuk dikonsumsi. Sedangkan saluran distribusi merupakan hubungan dalam berpartisipasi menyampaian jasa, yaitu organisasi dan orang-orang. 

Kegunaan Lokasi dan Saluran Distribusi

Place dalam bauran pemasaran, adalah:

  1. Lokasi: dimana lokasi dekat dan jauh mempengaruhi biaya produksi
  2. Saluran Distribusi: suatu gabungan penjualan dan pembelian yang bekerja sama memproses, menggerakkan produk dan jasa dari produsen ke konsumen.

Kriteria lokasi untuk pemasaran

pemilihan lokasi bisnis yang dekat dengan target pasar serta ketersediaan infrastruktur yang memadai dan merupakan sebuah strategi yang dapat memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk/jasa yang diinginkannya. Beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi bisnis yaitu lingkungan masyarakat, sumber daya alam, tenaga kerja, kedekatan dengan pasar, fasilitas dan biaya transportasi, tanah untuk ekspansi, dan pembangkit tenaga listrik.

Keputusan penentuan lokasi biasanya juga tergantung pada jenis bisnis apa yang dimiliki oleh para pengusaha tersebut. Di balik penentuan ini terdapat strategi penentuan lokasi yang harus diketahui oleh pemilik usaha dalam rangka memaksimalkan keuntungan pada lokasi mereka di kedepannya.  

 Fungsi Saluran Distribusi

  1. Mengumpulkan informasi mengenai pelanggan, pesaing, serta pelaku dan kekuatan lain yang ada saat ini maupun potensial dalam lingkungan pemasaran
  2. Mengembangkan dan menyebarkan komunikasi persuasif untuk merangsang pembelian
  3. Mencapai persetujuan akhir mrngenai harga dan syarat lain
  4. Memperoleh dana yang lebih besar
  5. Menanggung resiko yang berhubungan dengan pelaksanan fungsi saluran pemasaran tersebut
  6. Mengatasi transfer kepemilikan aktual dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi atau orang kepada organisasi atau orang yang lain

Bentuk-Bentuk Saluran Distribusi

Bentuk-bentuk saluran dilihat dari banyaknya tahap perantara yang nantinya akan menentukan ukuran penjangnya suatu saluran, yaitu:

  1. Saluran level nol (disebut juga saluran pemasaran-langsung) terdiri dari perusahaan yang langsung menjual kepada pelanggan akhir
  2. Saluran satu-level berisi satu perantara penjual, seperti pengecer atau dengan menggunakan distributor
  3. Saluran dua-level berisi dua perantara, misalnya pengecer dan pedagang besar, atau perusahaan yang menggunakan perwakilan untuk perusahaannya
  4. Saluran tiga-level berisi tiga perantara, misalnya pemborong, pedagang besar dan pengecer atau perusahaan yang menggunakan cabang perwakilan dan distributor

Evaluasi dan upaya pengendalian saluran distribusi

Pengendalian saluran distribusi dapat menjadi suatu masalah yang sulit bagi perusahaan yang mengandalkan fungsi perdagangan besar dan eceran pada penyalur tertentu. Penyalur independent merupakan salah satunya, mereka melaksanakan kegiatan bisnisnya untuk kepentingan sendiri. Hal ini artinya mereka hanya tertarik untuk menjual barang yang dapat meningkatkan laba mereka. Oleh karena itu produsen yang menjual melalui penyalur independent tersebut harus merancang produk dan pemasaran menarik. Hal ini dilakukan untuk membuat agen independent agar lebih dekat dan terikat dengan produsen, maka sebaiknya produsen harus mengambil beberapa kebijaksanaan seperti:

a. Produsen harus menyatakan bahwa tugasnya tidak berakhir pada saat produk terjual, tetapi masih perlu memberikan pelayanan sesudah penjualan kepada pembeli akhir. Oleh karena itu program tersebut harus dikordinasikan dengan para penyalur sehingga komunikasi dengan pembeli akhir dan informasi dapat diperoleh dengan cepat dan tepat.

b. Produsen harus menyatakan bahwa masalah yang dihadapi penyalur merupakan masalah bagi produsen.

c. Produsen harus memberikan ganti kepada penyalur atas garansi dan servis lain yang diberikan kepada pembeli.

d. Produsen harus memberikan semangat kepada penyalur dengan memberikan sejumlah intensif. Beberapa teknik pemberian intensif yang dapat digunakan antara lain:

1. Konsesi harga, misalnya: potongan harga, potongan tunai.

2. Bantuan keuangan, misalnya: pembelian secara kredit.

3. Proteksi, misalnya: proteksi harga, proteksi keuangan.

Begitu pula halnya dengan saluran distribusi yang akan digunakan perusahaan untuk memasarkan produk tersebut. Ada kecenderungan disetiap perusahaan menggunakan lembaga perantara untuk memasarkan produknya. Lembaga perantara ini cukup beraneka ragam jenis dan tingakatannya. Mereka inilah yang dikenal dengan istilah agen, pengecer ataupun pedagang besar. Disetiap perantara mempunyai sifat dan karakter yang berbeda, namun mereka memiliki kesamaan terutama dalam peranan memperlancar dari produsen sampai ke tangan konsumen.

Manajemen konflik dalam saluran distribusi

·         Konflik saluran

·         Sumber konflik saluran

Konflik saluran horizontal dapat terjadi antar pengecer. Misalnya, ketika salah satu pengecer merasa ada pesaing lain yang bersaing terlalu ketat melalui penetapan harga atau menggunakan iklan untuk menyerang wilayah penjualan mereka. Sedangkan konflik vertical terjadi antara pengecer dan pemasok mereka ketika kedua pihak merasa didominasi oleh yang lain. Konflik dapat timbul ketika pabrikan membuat saluran baru.

Sumber umum lainnya konflik saluran adalah ketika saluran distribusi tradisional menjadi semakin ditantang oleh saluran distribusi alternatif yang baru. Contohnya adalah antara saluran online dan saluran konvensional. Konflik semacam itu mungkin akan mengganggu penjualan perusahaan. Oleh karena itu, konflik saluran perlu ditangani dengan cepat untuk menghindari kekecewaan dan ketidakpuasan dengan insentif untuk mendistribusikan penawaran perusahaan.

·         Dampak konflik saluran

Manajemen perlu menyadari bahwa konflik saluran tidak hanya dapat merusak sebagian sistem distribusi perusahaan tetapi juga terhadap sistem distribusi secara keseluruhan. Secara spesifik, konflik saluran dapat membahayakan distribusi penawaran perusahaan yang efektif dan efisien kepada pelanggan saat ini. Misalnya, pelanggan dapat bingung tentang apa yang diharapkan dalam hal pedoman pra-penjualan atau dukungan purna jual dari distributor yang berbeda dari produk perusahaan.

Kamis, 17 Desember 2020

#2 Bauran Pemasaran (Produk)

Nama : Widya Nova Lestari 

Nim : 180321100009 

Kelas : Manajemen Pemasaran A 

A.  Pengertian Produk

Yaitu segala sesuatu yang dapat dihasilkan, hasilnya berupa barang ataupun jasa yang dapat diperjual belikan kepada konsumen. Produk dalam hal ini bisa ditujukan untuk konsumen akhir ataupun konsumen perantara.

Ø  B. Jenis-Jenis Produk Secara Umum

1.      Produk berdasarkan daya tahan dan wujud:

a.      Barang tidak tahan lama, wujud barang ini biasanya digunakan dalam satu atau beberapakali penggunaan, misalnya sabun, pasta gigi karena barang yang dibeli dengan cepat habis maka strategi yang sesuai adalah menyediakan dibanyak tempat. 

b.      Barang tahan lama, wujudnya bisa tetap bertahan walaupun sudah digunakan beberapa kali seperti mesin cuci, pakaian. Produk tahan lama biasanya memerlukan waktu penjualan dan pelayanan yang lebih pribadi. 

c.       Jasa (layanan), produk yang tidak berwujud, tidak terpisahkan dan mudah habis.  Konsekuensinya, mutu, kredibilitas, dan kemampuan yang lebih tinggi.

2.      Produk Konsumsi, produk yang biasa digunakan konsumen tingkat akhir untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

a.      Produk kebutuhan sehari-hari, pemakaian yang intens sehingga cepat habis, misalnya makanan, minuman. 

b.      Produk belanjaan, produk yang dibelanjakan dengan cara membandingkan suatu produk dengan produk lainnya yang sama dari segi kualitas, harga, dan spesifikasi produk tersebut, seperti produk smartphone, tv, laptop, sepatu, dst.

c.       Produk Khusus, produk yang memiliki ciri khas dan kesan yang mewah dan biasanya barang ini tidak banyak di pasaran. Konsumen akan bersedia membayar produk tersebut walaupun dibandrol dengan harga yang tinggi, seperti perhiasan, mobil, atau produk lainnya.

d.      Unsought Goods, adalah suatu produk yang sebelumnya belum diketahui oleh konsumen dan mereka belum terfikir membeli produk tersebut, seperti batu nisan, peti mati, tanah pemakaman, dst.

3.      Produk Industri, seluruh produk yang mampu dibeli oleh konsumen yang bisa digunakan sebagai bahan baku untuk selanjutnya bisa diproses menjadi produk yang baru. Macam-macam produk industri, yaitu:

a.      Bahan Baku dan Suku Cadang, adalah produk yang diperlukan untuk diolah menjadi produk baru yang memiliki manfaat lebih. Jenis produk ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu bahan mentah dan suku cadang. 

b.      Barang modal, digunakan untuk mengembangkan suatu produk jadi memiliki daya tahan yang tergolong lama, seperti pabrik, bangunan kantor, laptop, mobil, mesin produksi.

c.       Perlengkapan dan Layanan Bisnis, produk yanglllpp membantu pengelolaan produk jadi dan mempunyai daya tahan yang tergolong lama, seperti alat tulis kantor, oli pelumas, bahan bakar mesin. Sedangkan contoh dari produk layanan bisnis adalah perwatawan alat, periklanan produk, konsultasi bantuan hukum.

B.  Strategi Pemasaran Produk

Strategi pemasaran (marketing strategy) merupakan kegiatan pemasaran yang telah direncanakan yaitu seluruh kegiatan pemasaran yang akan diterapakan pada perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya. Terdapat bauran pemasaran (marketing mix) yang artinya kumpulan dari variabel yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk memengaruhi tanggapan konsumen atau yang biasa kita sebut sebagai bauran pemasaran. Berikut beberapa jenis bauran pemasaran:

1.      Produk, produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. 

2.      Price, unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan. Disamping itu harga merupakan unsur bauran pemasaran yang bersifat fleksible yang dapat diubah dengan cepat.

3.      Place, merupakan tempat penyaluran barang yang telah di produksi oleh perusahaan yang kemudian akan di salurkan atau dijual kepada konsumen. 

4.      Promotion, merupakan strategi pemasaran yang wajib dilakukan agar produk yang dijual itu dikenal dan di ingat oleh konsumen. 

C.  Pengertian jasa

Jasa adalah aktivitas atau tindakan yang tidak berwujud, tidak dapat diraba tetapi dapat diidentifikasi, yang direncanakan dan dilaksanakan untuk memenuhi permintaan dan kepuasan konsumen. 

Ø  D. Jenis-Jenis Jasa secara umum

1.      Usaha Rumah Tangga, jasa yang  mencakup banyak hal yang ada didalam rumah tangga. Misalnya, memperbaiki rumah.

2.      Jasa Perumahan, jenis jasa ini mencangkup penyewaan sebuah kamar hotel (penginapan), apartemen, kost-kostan, dan lain sebagainya.

3.      Jasa Hiburan atau Rekreasi, jenis jasa ini meliputi penyewaan alat-alat yang berhubungan dengan suatu hiburan, atau penyewaan tempat untuk melakukan suatu kegiatan hiburan.

4.      Jasa Perawatan Pribadi, jenis jasa yang ke empat ini adalah suatu perawatan kecantikan, pijit, salon, dan lain sebagainya.

5.      Jasa Kesehatan, jenis jasa yang satu ini termasuk jasa yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Misalnya perawatan dirumah sakit, bidan, puskesmas, dan lain sebagainya.

6.      Jasa Bisnis, jenis jasa yang satu ini meliputi jasa akuntan, jasa konsultan, jasa marketing, dan lain sebagainya.

7.      Jasa Komunikasi, dapat dicontohkan jasa komunikasi yaitu warnet, wartel pengiriman fax, kantor pos, dan lain sebagainya.

8.    Jasa Transportasi, jenis jasa ini sering kita gunakan saat kita berpergian disuatu tempat. Misalanya angkutan darat, angkutan laut, angkutan udara, dan lain sebagainya.

9.      Jasa Keuangan, jenis jasa keungan yang digunakan yaitu bank. contohnya leasing, pajak, Bank pinjamandan lain sebagainya.

10.  Jasa Pendidikan, jenis jasa ini sangat penting untuk kelangsungan bangsa dan negara karena untuk mendidik anak-anak bangsa. Misalnya jenis jasa ini adalah guru privat, guru les, guru ngaji, guru sekolah.dan lain sebagainya.

D.   Strategi Pemasaran Jasa

Usaha di bidang jasa biasanya memberikan pelayanan kepada konsumen dengan berhubungan secara langsung. Oleh karena itu usaha di bidang jasa ini dapat mengukur keberhasilan strategi pemasaran yang digunakan dengan tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen. Dibawah ini merupakan strategi pemasaran jasa yaitu:

1.      Memberikan pelayanan secara efisien. 

2.      Peran karyawan dalam melayani konsumen dengan baik.

3.      Penentuan harga yang ditawarkan. 

4.      Penggunaan perkembangan teknologi serta. 

5.      Menyesuaikan dengan budaya yang berkembang. 

Kamis, 10 Desember 2020

#1 Review Manajemen Pemasaran

REVIEW MATERI MANAJEMEN PEMASARAN
Nama   : Widya Nova Lestari 
Nim     : 180321100009
Kelas   : Manajemen Pemasaran A

STP ( segmentasi, targeting, positioning.) 

Terdapat tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam pemasaran di era modernisasi yaitu adalah, strategi, targeting, dan positioning (STP) . Langkah-lamgkah dari STP yang pertama yaitu mengidentifikasi dan membentuk kelompok pembeli sesuai demgan kebutuhan yang dijual. Kedua, menentukan sekmen pasar yang akan di masuki. Yang terakhir yaitu menunjukkan keistimewaan produk yang di usahakan.

a.       Segmentasi
Segmentasi pasar adalah proses pembagian pasar secara menyeluruh tergantung pada suatu produk yang berupa barang ataupun jasa yang bersifat heterogen dalam homogen dalam segala aspek tertentu. Berdasarkan sebuah sekmentasi, pelaku bisnis atau perusahaan akan berupaya untuk mengembangkan program-program pemasaran berdasarkan sekmentasi pasar yang ada.

b.      Targeting
Targeting dilakukan apabila pelaku bisnis atau perusahaan telah melakukan sekmentasi pasar. Targeting merupakan pemilihan satu atau lebih sekmen pasar untuk dimasuki oleh sebuah pelaku usaha agar kinerja perusaaan semakin optimal lagi, fokus dan terarah.

c.       Positioning
Positioning merupakan salah satu proses strategi STP. perusahaan yang akan menentukan posisi perusahaannya hal ini bertujuan untuk mewujudkan jangkauan konsumen. Positioning merupakan tindakan merancang tawaran serta citra perusahaan sehingga mampu menempati posisi yang istimewa dimata para konsumen.

2.      Konsep nilai pelanggan
customer value atau nilai pelanggan value merupakan persepsi pelanggan terhadap keuntungan yang mereka dapatkan dari produk dan pengorbanan yang mereka berikan untuk mengkonsumsi produk tersebut. 

a.      Pasar Grosir, Pengeecer dan Eksportir

1.      Pedagang Menengah / Agen / Grosir
Agen adalah pedagang yang membeli barang dagangan dari distributor atau agen tunggal di daerah kekuasaan penjualan / perdagangan yang lingkupnya mencakup wilayah lebih kecil dari daerah kekuasaan distributor. 

2.      Pedangan Eceran / Pengecer / Peritel
Pengecer adalah pedangan yang menjual barangnya langsung ke konsumen dengan jumlah satuan atau eceran. 

3.      Eksportir / Pengekspor
Exportir adalah perusahaan yang bertugas untuk menyalurkan barang dari dalam negara ke negara lain. 

b.      Pelanggan lokal, nasional dan internasional

1.      Pelanggan Internal
Pelanggan internal merupakan pelanggan yang tidak mengonsumsi suatu barang ataupun jasa secara langsung. Pelanggan tipe ini membeli barang ataupun jasa untuk dijual kembali oleh orang lain. 

Pelanggan jenis ini dapat berupa produsen ataupun agen penjualan yang bekerja sama dengan perusahaan penyedia barang ataupun jasa. Pelanggan ini didapatkan perusahaan dengan jalan memberikan berbagai keuntungan kepadanya. 

2.      Pelanggan Eksternal
Pelanggan eksternal merupakan pelanggan yang secara aktif langsung mengonsumsi barang ataupun jasa yang mereka beli. Pelanggan jenis ini sering juga disebut sebagai konsumen akhir. 

Pelanggan tipe ini biasanya didapatkan perusahaan berdasarkan mutu dan kualitas barang ataupun jasa yang dirasakan oleh pelanggan. Dengan adanya pemberian tersebut, perusahaan akan mendapatkan komitmen besar dari pelanggan eksternal ini.

Jumat, 10 April 2020

Yok, Dungo Nang Sunan Giri Gresik

Makam Sunan Giri terletak di Pedukuhan, Kebomas, Gresik. Dari alun-alun Gresik, jaraknya hanya 3,8 KM. Jika mengendarai kendaraan bermotor, setidaknya membutuhkan waktu 12 menit saja. Wisata makam sunan giri sudah terkenal dimana-mana, banyak para peziarah dari luar kota dan biasanya rombongan ziarah Wali Songo. Nah, bagi kalian yang dari luar kota tidak perlu bingung untuk sampai ke kawasannya karena di  kawasan Sunan Giri ada ojek dan kendaraan tradisional berupa dokar.

Sebelum masuk makam Sunan Giri, kalian akan menemui adanya gapura yang berbentuk seperti candi yang terdiri dari tingkatan-tingkatan. Pada bagian gapura, terdapat dua patung kepala naga yang memiliki simbolis berupa tanggal dari wafatnya Sunan Giri yakni 24 Rabiul Awal tahun 913 Hijriah atau 1506 Masehi.

Sebelum menuju makam Sunan Giri, kalian harus melewati tanjakan sejumlah anak tangga. Ketika sudah masuk, pada pelataran terdapat puluhan makam yang merupakan makam para bupati terdahulu dan masyarakat terdahulu yang pernah memimpim dan bertempat tinggal di Gresik. Selain itu, di wisata ini banyak pengemis jadi siapkan uang receh.

Selain ziarah, kalian juga bisa langsung membeli oleh-oleh khas Gresik di sini. Karena di kawasan sini ada pasar dan pedagang kaki lima (PKL) yang menjual pakaian, makanan ringan sampai aksesoris.
Buruan ke sini gratis kok!!!