Sabtu, 20 Maret 2021

Makalah Faktor Pribadi Dalam Perilaku Konsumen

Nama : Widya Nova Lestari 

NIM :180321100009 

KELAS : Perilaku Konsumen A


Pendahuluan

Perilaku konsumen merupakan hal yang tidak mudah untuk dikenali. Kadang yang menjadi kebutuhan oleh konsumen dapat terlihat jelas oleh pemasar. Namun terkadang apa yang menjadi keinginan konsumen menjadi sulit untuk diketahui. Setiap masyarakat merupakan konsumen, oleh karena itu perilaku konsumen berkaitan dengan perilaku setiap manusia dengan segala keunikan dan perbedaan. Manusia adalah makhluk ekonomi yang bersifat rasional dimana manusia selalu berusaha memenuhi kebutuhannya dan selalu memaksimalkan kepuasan atau kebutuhannya selama kemampuan finansialnya memungkinkan dan selama dia merasa nyaman dengan hal tersebut.

Proses pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian bukanlah suatu hal yang mudah bagi seorang konsumen. Konsumen mempunyai perilaku yang berbeda-beda dalam membuat keputusan untuk membeli suatu produk atau jasa. Dengan adanya media elektronik, media cetak, internet menjadikan konsumen lebih banyak mengetahui tentang produk atau jasa tertentu sehingga memudahkan konsumen memilih produk, merek, pelayanaan, serta saluran distribusi yang diinginkan untuk memenuhi kebutuhan mereka terhadap produk dan jasa. Perilaku manusia dapat dipengaruhi oleh banyak faktor baik internal maupun eksternal. Perilaku pembelian dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor perilaku konsumen. Keputusan pembelian dipengaruhi juga oleh karakteristik konsumen. Keputusan pembelian pada konsumen sangat dipengaruhi oleh faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologi dari pembeli.


Pembahasan

A. Perilaku konsumen

Yaitu tingkah laku individu atau kelompok/organisasi dalam memilih atau menggunakan atau menghentikan suatu produk atau jasa sesuai dengan kebutuhannya. Selain itu, perilaku konsumen bisa didefinisikan sebagai yang mempelajari individu dalam membuat keputusan pembelian yang menyesuaikan dengan sumberdaya yang dimiliki yaitu berupa uang, waktu dan usaha dalam mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor budaya seperti kebudayaan, sub budaya dan kelas sosial. Sedangkan faktor sosial yaitu seperti faktor dari keluarga, kelompok sosial, kelas sosial, kelompok referensi, dan status sosial. Tidak hanya itu, faktor perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh probadi konsumen sendiri seperti umur, keadaan ekonomi, gaya hidup dan kepribadian. 

B. Kepribadian

Keputusan pembeli dipengaruhi oleh karakteristik pribadi sebagai berikut:

 1. Usaha dan tahap siklus hidup, karena kebutuhan setiap orang berbeda  dan tentunya sesuai dengan siklus hidup dan usia masing-masing individu.

2. Jenis pekerjaan, jenis pekerjaan sangat memengaruhi sehingga perusahaan perlu mengelompokkan segmentasi konsumen

3. Keadaan ekonomi, kebutuhan seseorang berbeda sesuai dengan kedaan ekonomi atau pendapatan individu. 

4. Gaya hidup, hal ini berkaitan dengan kebiasaan, style dan pola hidup individu yang disekspresikan dalam aktivitas dan minat

5. konsep diri, yaitu karakteristik psikologi seseorang. Karena psikologi setiap orang berbeda-beda tentunya perusahaan perlu mengetahui sikap psikologi konsumen. 

C. Sikap

Sikap yaitu suatu gambaran emosional, perasaan dan kecenderungan tindakan yang menguntungkan atau tidak serta dapat bertahan lama dari seseorang terhadap suatu obyek. Faktor sikap ini tentunya sangat berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian karena ketika sikap konsumen baik atau positif terhadap suatu produk maka akan berpengaruh terhadap keyakinan konsumen untuk melakukan pembelian.

D. Pebelajaran 

Pembelajaran adalah perubahan perilaku konsumen akibat dari pengalaman masa lalu yang telah dihapinya. Apabila konsumen pernah merasakan penyesalan pembelian produk sehingga konsumen tidak akan melakukan pembelian untuk kedua kalinya. Pembelajaran konsumen menunjukkan perlakuan pembelian terhadap produk atau jasa berdasarkan pada pengalamannya dalam melakukan pembelian produk dan merek yang disukainya. Pembelajaran juga disebabkan adanya pengalaman sehingga konsumen bertindak dengan mempertimbangkan pengetahuan dan pengalamannya dalam melakukan sesuatu atau keputusan pembelian.


Kesimpulan

Perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, diantaranya faktor budaya, social, psikologis, pribadi dan faktor marketing strategy. Keterkaitan perusahaan/produsen sangatlah erat. Produsen memiliki ketergantungan terhadap prilaku konsumen yang mempengaruhi efektifitas penjualan. Proses pengamatan produsen terhadap prilaku konsumen akan memberikan hasil yang menentukan strategi pemasaran. Inilah alasan mengapa produsen perlu mengamati prilaku produsen.


Dalam memutuskan suatu pembelian, ada beberapa tahap yang dilakukan konsumen, diantaranya pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternative dan keputusan pembelian. Beberapa tipe proses pembelian konsumen diantaranya proses complex decision making, proses brand loyalty, limited decision making dan proses intertia.

Rabu, 17 Maret 2021

Alasan Memilih Usaha Keripik

 Nama : Widya Nova Lestari

Nim : 180321100009

Kelas : RAB A

Sebamyak 77% masyarakat Indonesia dikatakan lebih suka memakan makanan ringan atau camilan. Makanan camilan banyak sekali macamnya, salah satunya yaitu keripik. Jika diperhatikan masyarakat tidak pernah mengkonsumsinya dalam sekala besar dan terus-menerus karena kebanyakan masyarakat berfikir jika nyemil atau makan makanan cemilan dapat membuat badan menjadi gemuk, panas dalam, sehingga makanan ringan seperti keripik berkonotasi negatif akibat asumsi tersebut. Selain itu, orang tua selalu khawatir jika anak-anaknya makan makanan ringan begitu banyak, mereka beranggapan bahwa makanan ringan dinilai tidak cocok dikonsumsi bagi anak-anak karena ada bahan pengawet, penyedap dalam komposisinya.

Melihat permasalahan tersebut, perusahaan Gold Tree yang merupakan perusahaan dalam bidang pangan, akan menyediakan aneka makanan ringan atau cemilan yang bisa dikonsumsi oleh siapapun dan dimanapun. Jenis makanan ringan yang diproduksi oleh Gold Tree adalah makanan ringan jenis keripik. Keripik ini berbahan dasar alami dari singkong, pisang dan aneka variasi lainnya. Keripik tentunya tidak asing bagi masyarakat, karena keripik sudah seperti makanan kedua atau makanan pengganti bagi yang tidak ingin mengkonsumsi makanan berat diwaktu santai. Kebutuhan akan keripik begitu tinggi, bagaimana tidak pada setiap acara apapun rasanya tidak enak jika tidak ada keripik di meja saji. Seperti di waktu rapat, main bersama teman, keluarga, liburan, hingga oleh-oleh selalu saja ada keripik. Keripik olahan kami tentunya tidak mengandung bahan pengawet dan bahan lainnya seperti micin agar orang tua tidak ragu jika keripik ini dimakan bersama anak-anaknya. Selain tanpa bahan penyedap yang kurang baik bagi kesehatan, keripik Gold Tree juga tidak mengandung pemanis buatan sehingga konsumen tidak perlu khawatir jika keripik ini akan membuat kadar gula menjadi tinggi. Selain itu, dalam pengolahan tentunya kita melakukan penggorengan tidak menggunakan minyak sisa, hal ini berguna untuk mengatasi adanya panas dalam setelah konsumsi. 


Sabtu, 13 Maret 2021

Makalah Faktor Psikologi Konsumen Pada Keputusan Pembelian

PENDAHULUAN

Perkembangan jumlah penduduk yang semakin meningkat tentunya akan memberikan dampak pada tingginya jumlah kebutuhan masyarakat. Selain itu, pembangunan di sektor perekonomian juga mengalami perubahan yang luar biasa, akibat pesatnya perkembangan kegiatan perekonomian tersebut menimbulkan kebutuhan hidup semakin meningkat pula. Melihat peluang usaha yang timbul dari kebutuhan manusia tersebut, banyak perusahaan mulai berlomba-lomba dalam menciptakan inovasi baru di setiap produk yang dijual. Untuk mencapai tujuan pemasaran, strategi perusahaan harus memperhatikan kondisi dan situasi yang ada sehingga perusahaan memerlukan faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan keputusan pembelian yaitu faktor psikologis atau faktor internal.

Konsumen melakukan pembelian suatu barang atau jasa biasanya didasari oleh faktor psikologis yang ada dalam diri mereka, mulai dari motivasi, persepsi, sikap, dan pembelajaran dalam memahami suatu produk tertentu. Produk yang ditawarkan akan menjadi salah satu pembentukan motivasi dalam melakukan pengambilan keputusan pembelian. Dengan adanya motivasi, konsumen akan memilih minat atau keinginan untuk membeli suatu produk. Motivasi adalah dorongan jiwa yang utama karena semua tindakan konsumen selalu diawali oleh adanya dorongan yang membuatnya menginginkan dan membutuhkan sesuatu. Persepsi yang dibentuk oleh konsumen mendorong konsumen untuk memilih melakukan proses pengambilan keputusan pembelian sehingga yang dipilih menghasilkan yang terbaik sesuai dengan manfaat kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen. Melalui proses motivasi, dan persepsi dalam melakukan keputusan pembelian, tentu akan menimbulkan sikap konsumen yang berbeda-beda terhadap produk yang sama. Konsumen mempunyai hak dalam membuat suatu keputusan pembelian berdasarkan kebutuhan mereka, sehingga keputusan yang dibuat oleh konsumen akan berbeda dan membentuk suatu perilaku tertentu. 

PEMBAHASAN

1.Faktor psikologis 

Faktor Psikologis sebagai bagian dari pengaruh lingkungan dimana ia tinggal dan hidup pada waktu sekarang tanpa mengabaikan pengaruh dimasa lampau atau antisipasinya pada waktu yang akan datang Menurut Achmad (2009: 95), pilihan-pilihan seseorang dalam membeli dipengaruhi lagi oleh empat faktor psikologis yang penting, yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan serta keyakinan dan sikap. 

  • Motivasi
Motivasi dan teori kebutuhan akan menjadi faktor- faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian konsumen yang tercermin dalam customer behaviornya. Kebutuhan manusia tersusun dalam sebuah hierarki, dari yang paling mendesak sampai yang kurang mendesak. Hierarki kebutuhan Maslow dapat dilihat di atas. Diurut dari segi kepentingannya, kebutuhan dibagi menjadi 5 macam yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan kemanan, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan, kebutuhan aktualisasi diri.

  • Persepsi 
Perceived quality yaitu persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa layanan berkaitan dengan apa yang diharapkan oleh pelanggan. Perceived quality akan membentuk persepsi kualitas dari suatu produk di mata pembeli. Persepsi adalah proses seseorang dalam memilih, mengatur dan menginterpretasikan informasi. Persepsi tidak hanya bergantung pada rangsangan fisik tetapi juga pada rangsangan yang berhubungan dengan lingkungan sekitar dan keadaan individu yang bersangkutan. 

2. Faktor Pribadi
  • Pembelajaran. 
Merupakan proses yang dilakukan oleh konsumen untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman tentang pembelian yang dapat diaplikasikan untuk perilaku dimasa  datang. Istilah pembelajaran meliputi total pembelajaran dari yang sederhana, sampai penyelesaian masalah yang komplek. Unsur- unsur yang termasuk dalam kebanyakan teori pembelajaran konsumen antara lain motivasi, isyarat, respons, penguatan. Pembelajaran menjadi tahap konsumen memperoleh pengetahuan tentang produk, apakah produk tersebut memberikan kepuasan atau tidak akan mempengaruhi perilakunya dalam membeli dimasa yang akan datang. 
  • Sikap
Definisi sikap konsumen biasanya mengacu pada kecenderungan konsumen terhadap merk. Hal ini digunakan ntuk mengevaluasi merek baik disenangi atau tidak disenangi secara konsisten. Dengan demikian, konsumen mengevaluasi merek tertentu secara keseluruhan dari yang paling jelek sampai yang paling baik. Pembentukan sikap  tersebut dipengaruhi secara berarti oleh pengalaman pribadi, pengaruh keluarga atau kawan, pemasaran langsung dan media massa.  Bagian pertama dari model ini terdiri dari kognisi seseorang, yaitu pengetahuan dan persepsi yang diperoleh dari kombinasi pengalaman langsung dengan obyek sikap dan informasi terkait dari berbagai sumber. Komponen kedua adalah afektif yang terbentuk dari emosi dan perasaan seseorang tentang objek tertentu. Komponen terakhir dari model ini (konatif) berkaitan dengan besarnya kemungkinan atau kecenderungan seseorang untuk berperilaku tertentu. Dalam pemasaran, secara umum seseorang yang memiliki sikap yang positif terhadap suatu produk atau merk, maka orang tersebut akan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk membeli produk tersebut. 
  • Kepribadian
Kepribadian biasanya digambarkan dalam karakteristik perilaku seperti kepercayaan diri, dominasi, kemampuan bersosialisasi, otonomi, cara mempertahankan diri, kemampuan beradaptasi, dan sifat agresif.2 Hal yang berkaitan dengan kepribadian adalah konsep diri. Konsep diri yaitu pandangan dan sikap individu terhadap diri sendiri. Kepribadian berkaitan dengan adanya perbedaan karakteristik yang
paling dalam pada diri (inner psychological characteristics) manusia, perbedaan karakteristik tersebut menggambarkan ciri unik dari masing-masing individu. Perbedaan karakteristik akan mempengaruhi respons individu terhadap lingkungannya (stimulus) secara konsisten.

KESIMPULAN

Keputusan pembeli merupakan kegiatan dalam memutuskan terhadap pembelian barang atau jasa. Psikologi konsumen mempengaruhi keputusan pembelian barang atau jasa. Sikap merupakan elemen dalam psikologi konsumen yang mempengaruhi keputusan pembelian secara signifikan. Hasil ini memberikan arahan kepada penjual untuk lebih memperhatikan sikap konsumen secara maksimal dalam memasarkan produk.

Rabu, 10 Maret 2021

Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen

 Perilaku konsumen adalah bagaimana konsumen atau pelanggan membuat keputusan pembelian atau membelanjakan sumberdaya yang tersedia dan dimiliki oleh konsumen yang berupa waktu uang dan usaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan terhadap produk atau jasa.

Jenis konsumen

1. Konsumen akhir (Individual) yaitu konsumen rumah tangga yang Melakukan pembelian untuk dikonsumsi atau digunakan sendiri

2. Konsumen organisasional yaitu konsumen yang merupakan suatu organisasi yang melakukan pembelian dan memakai produk atau jasa seperti pedagang dan lembaga non profit yang tujuannya adalah untuk memperoleh keuntungan atau kesejahteraan anggotanya

Peranan dalam proses pengambilan keputusan pembelian

1. Pemrakarsa (inisiator) orang yang memberikan saran untuk melakukan pembelian barang atau jasa

2. Pembawa pengaruh (influence) yaitu orang yang dapat mempengaruhi orang lain untuk melakukan pembelian barang atau jasa

3. Pengambil keputusan yaitu orang yang memiliki tanggung jawab untuk melakukan pembelian

4. Pembeli (buyer) orang yang bertugas melakukan pembelian

5. Pemakai (user) yaitu orang yang mengkonsumsi propolis atau menggunakan jasa

Proses Pengambilan keputusan

1. Mengenali keputusan, konsumen mencari tahu apa yang dirasakan kurang dan harus dipenuhi (kebutuhan)

2. Mencari informasi, konsumen mencari informasi produk atau jasa yang akan dibeli sehingga sesuai dengan kebutuhannya

3. Mengevaluasi alternatif, dari semua alternatif mana yang paling baik dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan konsumen

4. Mengambil keputusan, dari beberapa alternatif pilihan konsumen memilih satu alternatif yang akan dibeli, pengambilan keputusan biasanya dipengaruhi oleh sikap orang lain dan faktor situasional yang tidak dapat diprediksi

5. Evaluasi pasca pembelian, setelah melakukan pembelian dan konsumen mengkonsumsi atau memakai produk atau jasa yang sudah dibeli konsumen akan memberikan penilaian terhadap produk atau jasa, apabila produk jasa dan pelayanan dinilai sama atau melebihi yang konsumen harapkan bisa jadi konsumen akan melakukan pembelian ulang.

Kepuasan konsumen

Kepuasan konsumen merupakan tingkat perasaan konsumen setelah membandingkan apa yang diterima dengan apa yang diharapkan. Kepuasan konsumen adalah berkaitan dengan kualitas produk, kualitas pelayanan, emosional, harga dan biaya.

Metode pengukuran kepuasan konsumen

1. Sistem keluhan dan saran (customer centered) yaitu dnegan menampung segala keluhan dan saran dari konsumen untuk pengembangan produk atau jasa

2. Ghost shoping adalah salah satu cara untuk memperoleh gambaran mengenai kepuasan konsumen yaitu dengan mempekerjakan beberapa orang untuk berperan atau bersikap seperti konsumen potensial dengan membeli produk atau jasa kemudian melakukan pelaporan temuannya tentang kekuatan dan kelemahan produk atau jasa

3. Lost customer analisis adalah metode analisis dengan cara perusahaan menghubungi pelanggan yang sudah berhenti membeli atau yang telah pinsah pemasok untuk mengetahui alasan mereka berhenti membeli agar bisa memperbaiki kekurangan dalam perusahaan

4. Survei kepuasan pelanggan yaitu dengan melakukan penelitian atau survey terhadap konsumen produk atau jasa perusahaan.



Kamis, 21 Januari 2021

#7 UAS MANAJEMEN PEMASARAN

Oleh :

Widya Nova Lestari 

180321100009 

Manajemen Pemasaran A


Seorang pengusaha beras merah organik dalam menjadikan perusahaan menjadi perusahaan terbaik di Indonesia dan memiliki konsumen yang tinggi dengan target omzet Rp. 1.000.000.000 di Bulan Januari, perlu melakukan beberapa  strategi pemasaran yakni seperti berikut :

1. Perlu melakukan pendekatan strategi pemasaran beras merah organik melalui 3 tahapan STP (Segmenting, Targeting, Positioning).

·                Segmentasi       :

Segmentasi pasar pada produk beras merah organik yaitu berdasarkan personal karakterisitk produk dan konsumen, maka beras merah organik ini akan dipasarkan ke konsumen yang memiliki kesadaran terhadap kesehatan, biasanya orang-orang tersebut secara ekonomi memiliki daya beli yang lebih (menengah-atas). Jika dilihat dari segi umur, segmen untuk beras merah akan dipasarkan pada semua umur, atau dengan kata lain kepada segmen keluarga menengah ke atas yang memiliki daya beli tinggi dan sadar akan kesehatan. Dalam segi demografi, pemasaran beras merah organik ini akan dipasarkan di seluruh nusantara. 

·                Targeting           :

Setelah menentukan segmentasi, dan terdapat penjual beras merah yang masih relatif sedikit dan pasif (umumnya konsumen mencari) bukan produsen mencari, sehingga hal yang harus diperhatikan adalah stabilitas kualitas produk dan stabilitas kontiunitas produk dalam memenuhi kebutuhan pasar.

·                Positioning         :

Kebutuhan pasar terhadap beras merah cukup tinggi, sehingga pasar masih terbuka lebar dan persaingan masih relatif sedikit. Meskipun demikian competitive advatage tetap diperlukan. Produk beras yang dipasarkan merupakan beras merah. Selain itu juga sebagai perusahaan atau produsen berusaha lebih dekat dengan konsumen dengan melakukan interaksi pasar misal sosialisasi produk dan sosialisasi beras merah bagi kesehatan dan lain sebagainya.

2. Setelah melakukan tiga aspek pemasaran tersebut, selanjutnya adalah melakukan bauran pemasaran yang bertujuan agar usaha beras merah organik inu dapat mencapai target omzet. Strategi ini menggunakan 4P (Produk, Price, Promotion, Place) 

- Produk

Produk yang ditawarkan adalah beras merah organik, yang sehat dan original

- Price

Harga yang tinggi bukan menjadi jaminan konsumen dalam membeli beras merah organik, justru konsumen akan lebih percaya apabila beras merah organik memiliki harga jual tinggi. Sehingga produsen perlu memperhatikan harga beras merah organik guna dapat menyesuaikan harga dengan pesaing dan mendapatkan kepercayaan dari konsumen. 

- place

Tempat penjualan beras merah organik akan dilakukan di daerah jawa dan luar jawa. Hal ini dilakukan guna dapat menjangkau seluruh konsumen dan tidak menyusahkan konsumen apabila berdomisili luar jawa maupun dalam jawa. 

- Promosi

Karena saat ini internet sudah menjadi kebutuhan maka promosi yang akan dilakukan guna konsumen tahu/tertarik pada produk beras merah organik ini yaitu dengan memanfaatkan media elektronik seperti TV, Radio dan media sosial lainnya. Selain itu, akan menampilkan iklan produk di laman Youtube. 

3. Poster Iklan Produk Beras Merah Organik 

          Tidak hanya memasarkan dalam skala nasional saja. Beras Merah Organik dapat di ekspor sebagai untuk memperluas pangsa pasarnya. Pada analisa daya saing secara internasional, usaha produk beras merah organik masih relatif sedikit dan pasif, serta kualitas beras merah organik Indonesia lebih bagus, sedangkan kebutuhan pasar akan kebutuhan beras organik cukup tinggi dan kesadaran konsumen terhadap kesehatan semakin meningkat, maka beras merah organik ini cocok untuk dipasarkan secara internasional. 

Kamis, 14 Januari 2021

#6 Evaluasi Potensi dan Peluang Ekspor

Menurut David (2011), ketika perusahaan dapat melakukan sesuatu atau memiliki sesuatu yang diinginkan oleh kompetitor, maka perusahaan tersebut merepresentasikan keunggulan kompetitif. Menurut teori keunggulan kompetitif tersebut diketahui bahwa suatu perusahaan untuk menjadi lebih unggul dari perusahaan lainnya harus memiliki strategi-strategi tertentu dan memperhatikan kinerja perusahaan tersebut agar menjadi lebih meningkat setiap hari, setiap bulan, dan setiap tahunnya, apabila hal tersebut tercapai maka perusahaan tersebut memiliki keunggulan kompetitif. Karena penjelasan tersebut, maka teori ini penting untuk dipelajari dan diterapkan oleh semua perusahaan untuk meningkatkan daya saing.

Keunggulan Kompetitif dari Produkmeliputi:

·         a. Biaya Produksi

·        b.  Kemasan

·        c.  Kualitas

·         d. Harga

Ciri-ciri Pasar Potensial dengan Pendekatan :

·         a. Menurut Pendekatan Permintaan:

      Berawal dari kemampuan yang dimiliki seorang wirausaha dalam memproduksi suatu barangmemberikan pelayanan yang baikmemahami tren di masyarakat.

·         b. Menurut Pendekatan Penawaran:

        Menekankan kebutuhan manusia yang belum dapat terpenuhi sepenuhnya. Contoh: Masyarakat desa yang pergi ke kota hanya untuk membeli pakaian

Ciri dan Teknis menentukan Ceruk Pasar

Ciri-ciri Ceruk Pasar antara lain :

·         a. Pelanggan dalam suatu ceruk memiliki kumpulan keutuhan yang berbeda

·         b. Bersedia membayar harga tambahan pada perusahaan yang paling memuaskan kebutuhan pelanggan

·         c. Ceruk tersebut tidak mungkin menarik pesaing lain

·         d. Perusahaan pengisi ceruk mendapatkan penghematan tertentu karena spesialisasi

·         e. Ceruk memiliki ukuran, laba, dan potensi pertumbuhan yang memadai

Teknis Menentukan Ceruk Pasar yaitu :

·         a. Market place : Memanfaatkan fitur pencarian dalam kategori ceruk pasar yang dipilihketik kata kunci lebih spesifiklihat jumlah item yang dijualmanfaatkan fitur saringan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

·         b. Google Trend : Lihat volume pencarian menggunakan kata kuncigunakan fitur pencarian popular, tentukan wilayah, jangka waktu dan kategori

Ciri-ciri produk yang marketable untuk Ekspor

·         a. Produk berkualitas terbaik

·        b.  Memiliki keuikan tersendiri

·         c. Sesuai kebutuhan dan permintaan calon konsumen

·          d. Strategi distribusi yang baik. Contoh: memilih kurir yg berkualitas

·         e. Melakukan promosi dengan baik

·         f. Harga yang sesuai agar bisa dijadikan acuan bagi perusahaan

Kamis, 07 Januari 2021

#5 Bauran Pemasaran (Promosi)

Komunikasi pemasaran merupakan suatu kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh pembeli dan penjual, merupakan kegiatan yang membantu pengambilan keputusan komunikasi di bidang pemasaran sehingga dapat membuat semua pihak lebih puas dengan cara membuat mereka sadar akan apa yang harus dilakukan. Komunikasi pemasaran adalah pertukaran informasi dua arah antara pihak atau organisasi yang terlibat dalam pemasaran. Komunikasi yang efektif dapat mengubah perilaku atau memperkuat perilaku yang telah diubah sebelumnya. Salah satu kegiatan komunikasi pemasaran adalah promosi.

        Promosi adalah kegiatan pemasaran atau penjualan yang memberikan contoh produk melalui media cetak atau elektronik. Promosi yang menggunakan media cetak atau elektronik disebut dengan iklan. Promosi adalah tambahan untuk semua aktivitas promosi yang telah dilakukan untuk periklanan dan penjualan pribadi.

Bentuk-Bentuk Promosi :

  • Pameran Dagang, adalah sebuah pameran yang diadakan sehingga perusahaan dari industri tertentu dapat memamerkan dan mendemonstrasikan produk dan layanan terbaru mereka, mempelajari aktivitas pesaing dan mengikuti tren dan kesempatan baru. 
  • Periklanan, adalah suatu bentuk komunikasi tidak langsung, bertujuan untuk membujuk, membimbing atau membujuk khalayak, pemirsa dan pembaca untuk mengkomunikasikan informasi tentang produk atau layanan melalui beberapa atau semua media yang ditargetkan pada masyarakat.
  • Public Relation, merupakan salah satu strategi perusahaan yang menjalin hubungan baik dengan masyarakat untuk mendapatkan opini positif dari masyarakat sekitar. Public Relation sangat penting dilakukan untuk membentuk citra positif atau opini publik yang baik tentang perusahaan terkait.  
  • Signage digital adalah sub-segmen dari signage elektronik . Tampilan digital menggunakan teknologi seperti LCD , LED , proyeksi dan kertas elektronik untuk menampilkan gambar digital , video , halaman web , data cuaca, menu restoran, atau teks.
Pemilihan Media Iklan

  • Media Televisi, adalah salah satu media elektronik yang memiliki kemampuan unik untuk menampilkan kegunaan produk, dan menjangkau konsumen melalui pendengaran dan penglihatan pada waktu yang bersamaan.
  • Media radio, adalah media yang secara selektif dapat menjangkau pelanggan potensial pada tingkat pribadi dan intim, dan pesan mereka terlihat seperti berbicara kepada khalayak secara pribadi tanpa menggunakan visualisasi.
  • Media surat kabar, merupakan salah satu jenis media yang dapat menyajikan informasi secara detail melalui media cetak, dimana pembacanya berada dalam kerangka berpikir yang benar dan dapat mengolah berita.
  • Media luar ruangan, adalah media luar ruang yang merupakan bentuk periklanan tertua yang dapat dilihat oleh para konsumen di luar rumah. Bentuk periklanan luar ruang meliputi balon-balon raksasa, periklanan di halte bus, display di mall pembelanjaan, T-Shirt yang dipenuhi logo-logo merek.
Faktor-faktor Yang Mempengruhi Bentuk Promosi
  • Tujuan Promosi. Jika perusahaan ingin menjangkau khalayak luas, iklan menjadi pilihan yang tepat.
  • Jenis Produk. Produk-produk industrial lebih membutuhkan pendekatan personal. Semetara itu, produk-produk konsumsi biasanya membutuhkan lebih banyak iklan.
  • Infrastruktur dan Sumber Daya Perusahaan. Masing-masing metode promosi membutuhkan biaya dan upaya yang berbeda. Perusahaan mungkin membelanjakan lebih banyak uang untuk iklan jika dana mencukupi. Tapi, jika dana tidak mencukupi, seperti pada sebagian besar perusahaan kecil, mereka bergantung pada penjualan pribadi.
  • Siklus Hidup Produk. Misalnya, selama tahap pendahuluan, perusahaan mengadopsi periklanan intensif dan penjualan pribadi untuk mendidik dan meningkatkan kesadaran produk. Setelah konsumen sadar, perusahan mungkin akan lebih fokus pada iklan.
  • Infrastruktur Distribusi. Jika menjual produk langsung ke pelanggan tanpa melalui perantara, perusahaan mengandalkan personal selling. Perusahaan mungkin menggunakan beberapa iklan, tapi itu hanya sebagai pendukung.
  • Ukuran Pasar. Jika perusahaan menargetkan pelanggan yang lebih spesifik, penjualan langsung saja sudah cukup. Tapi, jika menargetkan pasar massal dengan ukuran pasar yang besar, iklan adalah alat promosinya.
  • Strategi Penetapan Harga. Produk premium, seperti iPhone, kurang mengandalkan iklan media massa. Perusahaan biasanya akan lebih menyukai pendekatan promosi yang lebih intim seperti penjualan pribadi.
Strategi Promosi Dengan Melihat Siklus Hidup Produk
  • Strategi Pemasaran Tahap Perkenalan, Dalam meluncurkan produk baru, manajemen pemasaran dapat membentuk suatu tingkat tinggi atau rendah bagi setiap variabel pemasaran, seperti harga, promosi, distribusi, dan mutu produk. Dalam hal harga dan promosi, manajemen dapat melaksanakan satu dari empat strategi yaitu : Strategi peluncuran cepat (rapid skimming), Strategi peluncuran lambat (slow skimming), Strategi penetrasi cepat (rapid-penetration), dan Strategi penetrasi lambat (slow-penetration).
  • Strategi Penetrasi Lambat (slow-penetration), Tahap ini ditandai dengan adanya peningkatan penjualan. Konsumen awal merasa senang dan konsumen berikutnya mulai membeli. Pesaing baru mulai memasuki pasar, harga bertahan atau sedikit turun, dan laba meningkat. 
  • Strategi Pemasaran Tahap Kedewasaan,  Pada suatu titik, tingkat pertumbuhan penjualan produk akan menurun dan produk akan memasuki tahap kedewasaan relatif. Tahap ini biasanya berlangsung lebih lama dari tahap sebelumnya dan merupakan tantangan berat bagi manajer pemasaran. Kebanyakan produk berada pada tahap kedewasaan dari siklus hidup. 
  • Strategi Pemasaran Tahap Penurunan, Penurunan bisa cepat atau lambat, karena alasan teknologi, pergeseran selera konsumen, dan meningkatnya persaingan.