Jumat, 10 April 2020

Yok, Dungo Nang Sunan Giri Gresik

Makam Sunan Giri terletak di Pedukuhan, Kebomas, Gresik. Dari alun-alun Gresik, jaraknya hanya 3,8 KM. Jika mengendarai kendaraan bermotor, setidaknya membutuhkan waktu 12 menit saja. Wisata makam sunan giri sudah terkenal dimana-mana, banyak para peziarah dari luar kota dan biasanya rombongan ziarah Wali Songo. Nah, bagi kalian yang dari luar kota tidak perlu bingung untuk sampai ke kawasannya karena di  kawasan Sunan Giri ada ojek dan kendaraan tradisional berupa dokar.

Sebelum masuk makam Sunan Giri, kalian akan menemui adanya gapura yang berbentuk seperti candi yang terdiri dari tingkatan-tingkatan. Pada bagian gapura, terdapat dua patung kepala naga yang memiliki simbolis berupa tanggal dari wafatnya Sunan Giri yakni 24 Rabiul Awal tahun 913 Hijriah atau 1506 Masehi.

Sebelum menuju makam Sunan Giri, kalian harus melewati tanjakan sejumlah anak tangga. Ketika sudah masuk, pada pelataran terdapat puluhan makam yang merupakan makam para bupati terdahulu dan masyarakat terdahulu yang pernah memimpim dan bertempat tinggal di Gresik. Selain itu, di wisata ini banyak pengemis jadi siapkan uang receh.

Selain ziarah, kalian juga bisa langsung membeli oleh-oleh khas Gresik di sini. Karena di kawasan sini ada pasar dan pedagang kaki lima (PKL) yang menjual pakaian, makanan ringan sampai aksesoris.
Buruan ke sini gratis kok!!!

Sabtu, 28 September 2019

Rancang Usaha Mu

Membuat Rencana Usaha (Business Plan)
Berikut adalah cara muda dalam menyusul rencana usaha. 

A. Informasi Dasar 
Nama usaha
Jenis usaha
Deskripsi singkat usaha

B. Produk Usaha
Bagian ini berisi penjelasan mengenai produk usaha yang akan dijual yaitu:
a) Produk (barang/jasa) yang akan ditawarkan kepada konsumen
b) Keunggulan/keunikan masing-masing produk
c) Perbandingan produk yang ditawarkan dengan produk sejenis yang dijual
 oleh perusahaan lain
d) Jumlah produksi dari produk yang akan ditawarkan
e) Kemana saja produk-produk tersebut akan dijual (distribusi)

C. Kegiatan Utama (Key Activities)
Bagian ini berisi penjelasan mengenai kegiatan-kegiatan utama yang dilakukan dalam usaha, pelaku yang akan melakukan kegiatan tersebut.

D. Sumber Daya Utama (Key Resource)
Bagian ini berisi penjelasan mengenai sumber daya yang dibutuhkan dalam keseluruhan proses usaha. Seperti, alat, bahan, maupun tenaga kerja yang dilibatkan dalam keseluruhan proses usaha.

 E. Target Konsumen
Bagian ini berisi penjelasan mengenai calon konsumen yang akan menjadi target pemasaran usaha.

F. Strategi Pemasaran
Bagian ini berisi penjelasan mengenai cara memasarkan produk agar dapat diketahui oleh
konsumen, dan manarik hati konsumen untuk membeli.

G. Rencana Keuangan
Bagian ini berisi penjelasan mengenai hal-hal yang akan dikeluarkan untuk keberlangsungan usaha, beserta perkiraan biaya yang akan dikeluarkan. Seperti produksi, pemasaran, operasional, distribusi, dan semua proses usaha.

Setelah membuat detail biaya diatas, selanjutnya dapat dibuat perhitungan biaya modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha. Hal ini untuk mengetahui berapa banyak modal yang dibutuhkan, serta dari mana saja modal tersebut diperoleh.

Rancang Keuangan Usaha Mu

Keuangan Pribadi Dan Keuangan Usaha
  Seringkali keuangan pribadi dengan keuangan usaha tidak dibedakan. Padahal jika keuangan tersebut dijadikan satu, akan menyebabkan usaha tidak merasakan untung. Berikut ini adalah tips sederhana untuk membuat keuangan usaha dan keuangan pribadi menjadi sehat dan seimbang:
  1. Pisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi. 
  2. Tentukan jumlah uang yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha.
  3. Catat pengeluaran dan pemasukan dengan rapi. 
  4. Kurangi resiko dengan cara menghindari hutang. 
  5. Gaji diri sendiri.
Memisahkan uang usaha dan pribadi artinya bukan berarti kita tidak boleh menggunakan hasil usaha untuk kepentingan pribadi. Akan tetapi, yang harus diatur adalah berapa yang boleh diambil untuk memenuhi kebutuhan pribadi, berapa yang seharusnya tetap disimpan sebagai modal berputar atau pengembangan usaha dan berapa untuk membayar cicilan hutang. Caranya yaitu :

  1. Melakukan Pencatatan
  2. Alokasi Dana
  3. Memisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi
Mengelola Keuangan Usaha
    Pengelolaan keuangan menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Pengelolaan keuangan yang baik, akan membuat usaha berjalan dengan baik.
Pengelolaan keuangan adalah cara mengelola keuangan yang ada di dalam usaha. Keuangan yang dimaksud disini meliputi uang masuk (modal, penjualan, dan lain-lain) dan uang keluar (pembelian alat, bahan baku, hutang, dll). Pengaturan keuangan dapat dilakukan salah satunya dengan pencatatan keuangan. 

Pemasaran

Mengembangkan Strategi Pemasaran Yang Efektif
  Agar dapat menjual barang/jasa dengan baik, diperlukan suatu strategi pemasaran yang efektif. Hal ini bertujuan agar pemasaran yang kita lakukan benar-benar dapat menginformasikan produk yang dijual dan dipahami dengan jelas oleh target konsumen.
  1. Strategi: Cara-cara yang dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai apa yang diinginkan (tujuan).
  2. Pemasaran: kegiatan-kegiatan yang terdiri dari menentukan harga jual, menetapkan  pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur penjualan, mempromosikan produk ditujukan terhadap segmen konsumen yang dipilih.
  3. Strategi pemasaran: cara-cara yang dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk menentukan harga jual, menetapkan pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur penjualan, mempromosikan produk ditujukan terhadap segmen konsumen yang dipilih.

Manfaat strategi pemasaran
  1. Merencanakan produk dan membuat produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen.
  2. Menentukan harga jual yang tepat.
  3. Mempromosikan produk dengan cara dan saluran media yang tepat. 
Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Strategi pemasaran yang lazim digunakan adalah bauran pemasaran 4P (Marketing Mix). Bauran pemasaran adalah kombinasi dari 4 kegiatan (4P) yang merupakan inti dari sistem pemasaran. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) juga dikenal dengan istilah 4P, yaitu product (produk), price (harga),  place (tempat penjualan/jalur distribusi), dan promotion (promosi).

  • Product (produk) adalah sesuatu yang ditawarkan ke calon konsumen, baik berupa barang maupun jasa.
  • Price (harga) adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk memiliki/menikmati barang atau jasa yang diinginkan.
  • Place (tempat penjualan / jalur distribusi) adalah merupakan lokasi atau tempat dimana konsumen bisa dengan mudah menjangkau atau mendapatkan barang  atau jasa yang diinginkan.
  • Promotion (promosi) adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pengusaha untuk mengenalkan barang atau jasa yang dijual dan menarik minat konsumen untuk membeli, termasuk media yang digunakan untuk promosi.
Sebelum menerapkan 4P di atas, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
  1. Solusi Pelanggan (Customer Solution). Barang atau jasa yang dijual harusnya dapat membantu dan mampu menyelesaikan masalah konsumen. 
  2. Biaya Pelanggan (Customer Cost). Barang atau jasa yang akan dibayarkan oleh konsumen untuk membeli produk tersebut harus sesuai atau setara dengan kebutuhan atau keinginannya. 
  3. Kenyamanan (Convenience). Barang atau jasa tersebut mampu menyenangkan konsumen karena mudah diperoleh di mana-mana. 
  4. Komunikasi (Communication). Pengusaha dan konsumen dapat melakukan komunikasi baik sebelum membeli, saat membeli, maupun sesudah pembelian barang atau jasa.
Anggaran Pemasaran
   Anggaran pemasaran hanya mencakup biaya yang timbul dari aktivitas pemasaran saja. Tidak termasuk aktivitas usaha yang lain, seperti produksi. Anggaran pemasaran dapat bervariasi dari bulan ke bulan, biasanya tergantung pada situasi  dan kondisi usaha dan konsumen.

Jumat, 27 September 2019

Produksi Dan Proyeksi Keuangan

    Produksi adalah suatu kegiatan untuk membuat barang/jasa yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Proses produksi merupakan
salah satu tahapan penting dalam sebuah usaha yang harus direncanakan dan dipikirkan dengan matang karena berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan dan kualitas barang/jasa yang dihasilkan. Sebelum melakukan produksi, pastikan biaya produksi harus dihitung  dengan benar agar pengusaha tidak mengalami kerugian.

Sumber Daya Utama, Modal Awal, Dan Alur Produksi
Dalam memproduksi suatu barang atau jasa, mengetahui sumber daya utama dan alur proses produksi merupakan hal yang penting.

1. Peralatan yang Digunakan
      Pastikan alat yang digunakan telah tersedia dan dalam kondisi bersih, layak pakai, tidak rusak, dan tidak menyebabkan kecelakaan.
Selain mengeluarkan biaya untuk pengadaan peralatan, terdapat juga beberapa biaya - 
biaya yang harus dikeluarkan pada awal suatu usaha agar dapat memulai usaha dengan 
lancar :
  • Biaya promosi awal
  • Biaya sewa tempat (jika dibayar dimuka dalam jangka waktu tertentu, maka biaya sewa tempat dimasukkan ke dalam rincian biaya di atas, tetapi jika dibayar tiap bulan, biaya  sewa tempat masuk ke biaya operasional bulanan)
  • Biaya resiko. Jumlah uang yang disediakan sebagai uang jaga-jaga jika terjadi hal-hal  yang tidak diinginkan seperti produk basi, tidak terjual, tepung tumpah, telur pecah, dll.
  • Uang untuk membeli membeli bahan baku awal produksi
2. Memahami dengan pasti alur proses produksi
    Untuk memastikan barang atau jasa yang diproduksi memiliki kualitas yang baik, pengusaha harus memahami setiap tahap dalam produksi yang dilakukan. 
Biaya Produksi 
      Biaya produksi merupakan biaya tidak tetap, karena besar kecilnya biaya tergantung dari sedikit/banyaknya jumlah produk yang akan dibuat. Jika yang dibuat banyak maka biayanya akan besar, tetapi jika yang dibuat hanya sedikit maka biayanya juga hanya sedikit. Dalam menghitung biaya produksi, ada 3 hal yang harus diperhitungkan, yaitu:

1.  Biaya Bahan Baku Langsung (BBBL) yaitu bahan baku utama yang diguanakan dalam prosuksi yang tidak bisa digantikan dengan bahan lain
2. Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL) yaitu biaya untuk membayar orang yang melakukan proses lpembuatan produk.  
3. Biaya Pendukung yaitu semua biaya yang 
mendukung dalam proses produksi namun diluar 
biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga 
kerja langsung. 
Untuk mempermudah pengusaha menentukan biaya produksi (Harga Pokok Penjualan), silahkan gunakan tabel biaya produksi dibawah ini: 
HPP = (A) + (B) + (C)
Setelah dihitung HPPnya, tahap berikutnya adalah mencari HPP per produk/unit/bungkus. Caranya mudah, HPP yang telah dihitung diatas, dibagi dengan jumlah produk yang  dihasilkan.

Menetapkan Harga Jual
     Tidak ada cara khusus untuk menentukan harga jual suatu produk, karena biasanya pengusaha menetapkan berdasarkan harga pasar dan juga harga pesaing. Namun harga jual HARUS lebih besar dari harga pokok penjualan produk agar tidak rugi.

Perkiraan Perhitungan Biaya Operasional 
   Jika biaya produksi termasuk biaya tidak tetap, maka biaya operasional termasuk biaya tetap. Dikatakan biaya tetap karena biaya yang dikeluarkan jumlahnya relatif tetap setiap bulannya. Yang dimaksud biaya operasional (biaya tetap) adalah biaya yang dikeluarkan setiap bulan untuk mendukung berjalannya suatu usaha, seperti biaya listrik, biaya air, biaya pegawai (jika ada), biaya promosi, dan  lain sebagainya. 

Perhitungan Untuk Menutup Biaya Operasional
   Biaya operasional sangat dimungkinkan keluar setiap bulan untuk mendukung jalannya suatu usaha. Jumlah biaya operasional bersifat tetap dan tidak tergantung dari jumlah  produk yang terjual.
  Agar pengusaha tidak rugi, maka ada jumlah minimal yang harus terjual setiap bulannya agar bisa menutup biaya operasional,  istilahnya Break Even Point (BEP). Break Even Point (BEP) adalah kondisi pengusaha tidak  mengalami kerugian, tapi juga belum mendapatkan keuntungan.

Perhitungan Balik Modal
    Perhitungan balik modal dihitung agar bisa diketahui kapan modal seorang pengusaha itu kembali. Dengan mengetahui kapan modal kembali, seorang pengusaha bisa merencanakan  
pengembangan usahanya lebih lanjut.

Target Produksi, Penjualan, Dan Perkiraan Laba Kotor
    Dalam menjalankan suatu usaha, hendaknya seorang pengusaha mempunyai target produksi dan penjualan agar semangat dan terarah dalam menjalankan usahanya. Perkiraan penjualan dan laba kotor sangat bisa berubah tergantung rencana dan target  masing-masing pengusaha. Setelah diketahui laba kotor dan biaya operasional setiap bulan, maka pengusaha bisa mengetahui berapa laba bersih setiap bulannya. Untuk mencari balik modal perbulan menggunakan rumus dibawah ini:

Kenali Usaha Ku

Siapa Konsumen Produk Ku?
  Dikarenakan begitu banyak pilihan produk barang atau jasa yang ditawarkan, maka seorang penjual harus memilih calon konsumen yang akan dipenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu, penting bagi pengusaha untuk memahami kriteria calon konsumen. Kriteria tersebut meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendapatan, tempat tinggal, dan lainnya.
   Pengusaha diperbolehkan memilih lebih dari satu kelompok konsumen jika mereka mempunyai kebutuhan yang sama. Pengusaha juga diperbolehkan menulis kriteria lain yang dianggap perlu untuk diketahui.
   Setelah target calon konsumen telah diketahui, maka langkah selanjutnya adalah membuat slogan. Slogan adalah salah satu cara untuk membuat target calon konsumen ingat dengan  barang atau jasa yang dijual pengusaha. Slogan juga akan membedakan barang atau jasa  yang dijual seorang pengusaha dengan pengusaha lain. Slogan harus singkat, mudah  diingat, mudah diucapkan, dan ada hubungannya dengan keunggulan barang atau jasa yang dijual. 

Keunggulan Bersaing
   Suatu usaha dikatakan memiliki keunggulan bersaing jika usaha tersebut mempunyai sesuatu yang berbeda dari yang dimiliki oleh pesaing dan melakukan sesuatu lebih baik dari pesaing. Ada dua cara untuk menciptakan keunggulan bersaing, yaitu: 
1. Biaya produksi yang lebih murah
            Dengan demikian, pengusaha dapat menjual produk dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pesaing, namun tetap memiliki kualitas produksi yang sama bahkan  bias lebih baik. Selain itu, dengan biaya produksi yang murah, pengusaha juga bisa  mendapatkan keuntungan yang lebih besar.  
2. Menciptakan perbedaan dengan produk pesaing
       Perbedaan disini bukan hanya sekedar berbeda penampilan atau rasa, namun perbedaan yang benar-benar dibutuhkan dan memberi manfaat lebih bagi  konsumen dan pelanggan. 

Gali Ide Usaha Mu

Analisa PROS-CONS (ASPEK POSITIF DAN ASPEK NEGATIF)

 Analisa Pros-Cons adalah suatu cara untuk menilai apakah ide usaha yang diusulkan layak untuk dijalankan atau tidak. Caranya dengan membandingkan aspek positf dan aspek negatif dari masing-masing ide usaha. 
  Analisa sederhana ini digunakan jika terdapat lebih dari satu ide usaha, misalnya dua, tiga atau lebih. Dengan menggunakan analisa pros-cons ini, kita dapat  m enentukan satu ide usaha yang dinilai paling baik.
1. Keahlian yang dimiliki pengusaha untuk menjalankan usaha tersebut
2.   Ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan
3. Kemudahan mendapatkan bahan baku yang dibutuhkan
4. Kemampuan dalam memproduksi dalam satu periode
5. Keberadaan dan jumlah pesaing yang mempunyai produk
sejenis

Analisis SWOT
   Setelah terpilih satu ide usaha dari analisa aspek positif – aspek negatif (pros-cons), tahap selanjutnya adalah melakukan analisa SWOT yang dapat membantu pengusaha dalam mencari, mengumpulkan, dan mencatat informasi yang lebih detail dan rinci.
   Analisa SWOT adalah suatu cara yang digunakan untuk menilai dan mengukur kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weaknesses) yang dimiliki oleh pengusaha, serta melihat peluang (Opportunities) dan mencari informasi adanya ancaman/gangguan (Threats) dari usulan produk dan pasar. Dengan analisa SWOT maka pengusaha dapat menilai dengan lebih dalam mengenai:
1. kekuatan (strength) yang dimiliki sehingga mampu mengambil keuntungan atau manfaat dari peluang (opportunity) yang ada.
2. mengatasi kelemahan (weakness) yang dapat menghalangi pengusaha
dalam menjalankan usahanya;
3. kekuatan (strength) tersebut mampu menghadapi ancaman/gangguan
(threat) yang ada;
4. mengatasi kelemahan (weakness) yang dapat membuat ancaman/
gangguan (threat) menjadi nyata.

Analisa Pesaing
    Penjual akan berusaha mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya, berusaha agar produknya lah yang dipilih dan diminati oleh konsumen, dengan begitu usahanya akan semakin laris dan maju. Kondisi seperti itulah yang dinamakan persaingan. Pengusaha yang bisa memenangkan persaingan, usahanya akan maju dan bertahan. 
    Maka dari itu, sangat penting bagi seorang pengusaha untuk mengetahui siapa pesaingnya agar dapat membuat sesuatu yang “berbeda” dan mendapatkan tempat di hati konsumen.