Tampilkan postingan dengan label resume. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resume. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 September 2019

Produksi Dan Proyeksi Keuangan

    Produksi adalah suatu kegiatan untuk membuat barang/jasa yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Proses produksi merupakan
salah satu tahapan penting dalam sebuah usaha yang harus direncanakan dan dipikirkan dengan matang karena berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan dan kualitas barang/jasa yang dihasilkan. Sebelum melakukan produksi, pastikan biaya produksi harus dihitung  dengan benar agar pengusaha tidak mengalami kerugian.

Sumber Daya Utama, Modal Awal, Dan Alur Produksi
Dalam memproduksi suatu barang atau jasa, mengetahui sumber daya utama dan alur proses produksi merupakan hal yang penting.

1. Peralatan yang Digunakan
      Pastikan alat yang digunakan telah tersedia dan dalam kondisi bersih, layak pakai, tidak rusak, dan tidak menyebabkan kecelakaan.
Selain mengeluarkan biaya untuk pengadaan peralatan, terdapat juga beberapa biaya - 
biaya yang harus dikeluarkan pada awal suatu usaha agar dapat memulai usaha dengan 
lancar :
  • Biaya promosi awal
  • Biaya sewa tempat (jika dibayar dimuka dalam jangka waktu tertentu, maka biaya sewa tempat dimasukkan ke dalam rincian biaya di atas, tetapi jika dibayar tiap bulan, biaya  sewa tempat masuk ke biaya operasional bulanan)
  • Biaya resiko. Jumlah uang yang disediakan sebagai uang jaga-jaga jika terjadi hal-hal  yang tidak diinginkan seperti produk basi, tidak terjual, tepung tumpah, telur pecah, dll.
  • Uang untuk membeli membeli bahan baku awal produksi
2. Memahami dengan pasti alur proses produksi
    Untuk memastikan barang atau jasa yang diproduksi memiliki kualitas yang baik, pengusaha harus memahami setiap tahap dalam produksi yang dilakukan. 
Biaya Produksi 
      Biaya produksi merupakan biaya tidak tetap, karena besar kecilnya biaya tergantung dari sedikit/banyaknya jumlah produk yang akan dibuat. Jika yang dibuat banyak maka biayanya akan besar, tetapi jika yang dibuat hanya sedikit maka biayanya juga hanya sedikit. Dalam menghitung biaya produksi, ada 3 hal yang harus diperhitungkan, yaitu:

1.  Biaya Bahan Baku Langsung (BBBL) yaitu bahan baku utama yang diguanakan dalam prosuksi yang tidak bisa digantikan dengan bahan lain
2. Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL) yaitu biaya untuk membayar orang yang melakukan proses lpembuatan produk.  
3. Biaya Pendukung yaitu semua biaya yang 
mendukung dalam proses produksi namun diluar 
biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga 
kerja langsung. 
Untuk mempermudah pengusaha menentukan biaya produksi (Harga Pokok Penjualan), silahkan gunakan tabel biaya produksi dibawah ini: 
HPP = (A) + (B) + (C)
Setelah dihitung HPPnya, tahap berikutnya adalah mencari HPP per produk/unit/bungkus. Caranya mudah, HPP yang telah dihitung diatas, dibagi dengan jumlah produk yang  dihasilkan.

Menetapkan Harga Jual
     Tidak ada cara khusus untuk menentukan harga jual suatu produk, karena biasanya pengusaha menetapkan berdasarkan harga pasar dan juga harga pesaing. Namun harga jual HARUS lebih besar dari harga pokok penjualan produk agar tidak rugi.

Perkiraan Perhitungan Biaya Operasional 
   Jika biaya produksi termasuk biaya tidak tetap, maka biaya operasional termasuk biaya tetap. Dikatakan biaya tetap karena biaya yang dikeluarkan jumlahnya relatif tetap setiap bulannya. Yang dimaksud biaya operasional (biaya tetap) adalah biaya yang dikeluarkan setiap bulan untuk mendukung berjalannya suatu usaha, seperti biaya listrik, biaya air, biaya pegawai (jika ada), biaya promosi, dan  lain sebagainya. 

Perhitungan Untuk Menutup Biaya Operasional
   Biaya operasional sangat dimungkinkan keluar setiap bulan untuk mendukung jalannya suatu usaha. Jumlah biaya operasional bersifat tetap dan tidak tergantung dari jumlah  produk yang terjual.
  Agar pengusaha tidak rugi, maka ada jumlah minimal yang harus terjual setiap bulannya agar bisa menutup biaya operasional,  istilahnya Break Even Point (BEP). Break Even Point (BEP) adalah kondisi pengusaha tidak  mengalami kerugian, tapi juga belum mendapatkan keuntungan.

Perhitungan Balik Modal
    Perhitungan balik modal dihitung agar bisa diketahui kapan modal seorang pengusaha itu kembali. Dengan mengetahui kapan modal kembali, seorang pengusaha bisa merencanakan  
pengembangan usahanya lebih lanjut.

Target Produksi, Penjualan, Dan Perkiraan Laba Kotor
    Dalam menjalankan suatu usaha, hendaknya seorang pengusaha mempunyai target produksi dan penjualan agar semangat dan terarah dalam menjalankan usahanya. Perkiraan penjualan dan laba kotor sangat bisa berubah tergantung rencana dan target  masing-masing pengusaha. Setelah diketahui laba kotor dan biaya operasional setiap bulan, maka pengusaha bisa mengetahui berapa laba bersih setiap bulannya. Untuk mencari balik modal perbulan menggunakan rumus dibawah ini:

Kenali Usaha Ku

Siapa Konsumen Produk Ku?
  Dikarenakan begitu banyak pilihan produk barang atau jasa yang ditawarkan, maka seorang penjual harus memilih calon konsumen yang akan dipenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu, penting bagi pengusaha untuk memahami kriteria calon konsumen. Kriteria tersebut meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendapatan, tempat tinggal, dan lainnya.
   Pengusaha diperbolehkan memilih lebih dari satu kelompok konsumen jika mereka mempunyai kebutuhan yang sama. Pengusaha juga diperbolehkan menulis kriteria lain yang dianggap perlu untuk diketahui.
   Setelah target calon konsumen telah diketahui, maka langkah selanjutnya adalah membuat slogan. Slogan adalah salah satu cara untuk membuat target calon konsumen ingat dengan  barang atau jasa yang dijual pengusaha. Slogan juga akan membedakan barang atau jasa  yang dijual seorang pengusaha dengan pengusaha lain. Slogan harus singkat, mudah  diingat, mudah diucapkan, dan ada hubungannya dengan keunggulan barang atau jasa yang dijual. 

Keunggulan Bersaing
   Suatu usaha dikatakan memiliki keunggulan bersaing jika usaha tersebut mempunyai sesuatu yang berbeda dari yang dimiliki oleh pesaing dan melakukan sesuatu lebih baik dari pesaing. Ada dua cara untuk menciptakan keunggulan bersaing, yaitu: 
1. Biaya produksi yang lebih murah
            Dengan demikian, pengusaha dapat menjual produk dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pesaing, namun tetap memiliki kualitas produksi yang sama bahkan  bias lebih baik. Selain itu, dengan biaya produksi yang murah, pengusaha juga bisa  mendapatkan keuntungan yang lebih besar.  
2. Menciptakan perbedaan dengan produk pesaing
       Perbedaan disini bukan hanya sekedar berbeda penampilan atau rasa, namun perbedaan yang benar-benar dibutuhkan dan memberi manfaat lebih bagi  konsumen dan pelanggan. 

Gali Ide Usaha Mu

Analisa PROS-CONS (ASPEK POSITIF DAN ASPEK NEGATIF)

 Analisa Pros-Cons adalah suatu cara untuk menilai apakah ide usaha yang diusulkan layak untuk dijalankan atau tidak. Caranya dengan membandingkan aspek positf dan aspek negatif dari masing-masing ide usaha. 
  Analisa sederhana ini digunakan jika terdapat lebih dari satu ide usaha, misalnya dua, tiga atau lebih. Dengan menggunakan analisa pros-cons ini, kita dapat  m enentukan satu ide usaha yang dinilai paling baik.
1. Keahlian yang dimiliki pengusaha untuk menjalankan usaha tersebut
2.   Ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan
3. Kemudahan mendapatkan bahan baku yang dibutuhkan
4. Kemampuan dalam memproduksi dalam satu periode
5. Keberadaan dan jumlah pesaing yang mempunyai produk
sejenis

Analisis SWOT
   Setelah terpilih satu ide usaha dari analisa aspek positif – aspek negatif (pros-cons), tahap selanjutnya adalah melakukan analisa SWOT yang dapat membantu pengusaha dalam mencari, mengumpulkan, dan mencatat informasi yang lebih detail dan rinci.
   Analisa SWOT adalah suatu cara yang digunakan untuk menilai dan mengukur kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weaknesses) yang dimiliki oleh pengusaha, serta melihat peluang (Opportunities) dan mencari informasi adanya ancaman/gangguan (Threats) dari usulan produk dan pasar. Dengan analisa SWOT maka pengusaha dapat menilai dengan lebih dalam mengenai:
1. kekuatan (strength) yang dimiliki sehingga mampu mengambil keuntungan atau manfaat dari peluang (opportunity) yang ada.
2. mengatasi kelemahan (weakness) yang dapat menghalangi pengusaha
dalam menjalankan usahanya;
3. kekuatan (strength) tersebut mampu menghadapi ancaman/gangguan
(threat) yang ada;
4. mengatasi kelemahan (weakness) yang dapat membuat ancaman/
gangguan (threat) menjadi nyata.

Analisa Pesaing
    Penjual akan berusaha mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya, berusaha agar produknya lah yang dipilih dan diminati oleh konsumen, dengan begitu usahanya akan semakin laris dan maju. Kondisi seperti itulah yang dinamakan persaingan. Pengusaha yang bisa memenangkan persaingan, usahanya akan maju dan bertahan. 
    Maka dari itu, sangat penting bagi seorang pengusaha untuk mengetahui siapa pesaingnya agar dapat membuat sesuatu yang “berbeda” dan mendapatkan tempat di hati konsumen.

Jadi Pengusaha Mandiri (JAPRI)

Apa itu program JAPRI:
Program JAPRI terdiri dari beberapa komponen kegiatan termasuk pelatihan soft skills berisi 
pembekalan motivasi, bagaimana mencari ide bisnis, meningkatkan kepercayaan diri untuk 
mulai berusaha, diikuti oleh pelatihan hard skills berisi teknis keterampilan wirausaha dan 
kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pembinaan, dan pendampingan kewirausahaan.

Tujuan program JAPRI:
  1. Menggerakkan minat berwirausaha dan kemauan untuk berani mengambil risiko.
  2. Memfasilitasi anak muda untuk berpotensi wirausaha dengan pengetahuan dan keterampilan dan mengembangkan usaha sesuai dengan kebutuhan pasar.
  3. Memberikan dukungan seperti pembinaan, pendampingan, modal awal usaha, serta hubungan dengan komunitas usaha.
Karakter Pengusaha Sukses:
1. Buat passion jadi usaha
2. Jalankan dengan serius
3. Rencanakan semuanya dengan matang
4. Mengelola uang dengan bijak
5. Fokus terhadap konsumen dan pelanggan
6. Ciptakan keunggulan kompetitif

Menjadi Pengusaha Yang Beretika:
   Untuk menjadi pengusaha yang sukses, seseorang harus mampu menjalankan bisnis secara beretika. Etika usaha merupakan komponen dasar dan penting yang harus selalu dipegang oleh seorang pengusaha dalam menjalankan setiap proses dalam usahanya.Berikut adalah beberapa cara untuk menjadi pengusaha yang beretika:
1. Jujur
2. Komitmen
3. Loyalitas/kesetiaan
4. Kepedulian
5. Mematuhi Aturan